Kepengurusan Mabi dan SAKA POM Dilantik

SULI, Ambontoday.com– Sekertaris Kwatir Daerah Gerakan Pramuka Maluku, Joseph Banea secara langsung melantik kepengurusan Majelis Pembimbing (Mabi) dan Satuan Karya Pramuka Pengawasa Obat dan Makanan (SAKA POM) Tingkat Daerah Maluku masa bakti 2019-2024, berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Maluku Nomor : 09 Tahun 2019.

Banea saat membaca sambutan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Maluku mengatakan, SAKA POM dibentuk dengan tujuan sebagai wadah kegiatan khusus dalam bidang pengawasan Obat dan Makanan.

” SAKA POM adalah sarana dan wahana dalam memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda dalam bidang pengawasan Obat dan Makanan, sebagai wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka penegak dan pandega yang diharapkan menjadi agen perubahan serta menjadi pelopor kesehatan pemanfaatan dan pengawasan terhadap distribusi penggunaan obat dan makanan yang dimulai dari diri sendiri keluarga maupun masyarakat,” kata di Bumi Perkemagan, Suli- Maluku Tengah (Sabtu, 14/12/2019).

Ia mengatakan, salah satu modal pembangunan nasional adalah sumber daya manusia yang berkualitas dalam arti secara fisik mental dan sosial serta produktif.

“Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tersebut tentunya dibutuhkan upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus-menerus, salah satunya adalah melalui kegiatan pramuka khususnya SAKA POM,” paparnya.

Ia mengakui, dalam memantapkan operasionalisasi pelaksanaan zakat maka perlu adanya dukungan dari sisi organisasi baik Mabi maupun pimpinan SAKA POM daerah Maluku.

“Penguatan organisasi perlu ditunjang oleh sumber daya manusia anggota dewasa yakni personil pengurus yang berkualitas amanah dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Ia berharap, pelantikan ini dapat bekerjasama, bekerja keras ,dan bekerja cerdas sesuai dengan tanggung jawab yang diemban untuk mencapai tujuan bersama.

Sementara itu, Kepala BPOM Cabang Ambon, Hariani mengakaui, dengan pelantikan dan pengukuhan ini secara bersama-sama kita akan melatih, karena pramuka memiliki syarat kecapakan khusus. “Dengan itu, kita akan launching 3 krida saja yakni pengujian sederhana, pemantauan obat dan makanan, dan pemberian informasi,” katanya.

Ia mengakui, SAKA POM ini jenjang anak-anak sekolah dan perguruan tinggi dari umur 16-25 Tahun. Mereka ini yang mau kita latih, dengan sistem latihannya elarning. Mereka mendaftar dengan masing-masing minta dari 3 krida tersebut. Namun, pada prinsipnya harus ada syarat kecapakan khusus, yang akan kita latih.

Selain itu, pihaknua akan melatih meraka selama 6 bulan. Dimana, setiap minggi itu ada modul-modul yang harus dipelajari sehingga 3 bulan kedepan. “Usai, mempelajari modul selama 3 bulan, mereka akan mengikuti ujian sehingga bisa lulus dan juga bermanfaat bagi masyarakat lainnya,” jelasnya. (MM-6)
Bunda Paud Kota Ambon Terima Himpaudi Award

Jakarta, MM – Karena kepedulian dan dedikasi terhadap kemajuan PAUD di Kota Ambon, Bunda PAUD Kota Ambon, Debbie Louhenapessy, menerima Himpaudi Award. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, Jumat (13/12) di Jakarta Convention Centre.

Menurut Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Pusat, Prof Netti Herawati, dasar penilaian pemberian Himpaudi Award, adalah kehadiran Bunda PAUD yang dirasakan para pendidik didaerahnya. “Dasar penilaian pemberian Himpaudi Award, pertama apakah Himpaudi setempat merasakan tidak kehadiran Bunda PAUD,” jelas Netti kepada Tim Media, usai penyerahan Himpaudi Award.

Dirinya menegaskan, sebenarnya pemberian penghargaan ini bukan pertandingan, tetapi mana yang paling dicintai oleh pendidik PAUD. “Kami tidak mempertandingkan ini, tapi kami melihat mana yang paling dicintai oleh pendidik PAUDnya,” tegasnya.

Dasar penilaian berikutnya, menurut Netti, yaitu kiprah Bunda PAUD dalam gerakan makan ikan, gerakan stunting, gerakan peningkatan mutu PAUD dan mutu pendidik PAUD.

Netti mengakui telah dua kali ke Ambon dan bertemu langsung dengan Bunda PAUD Kota Ambon, Debbie Louhenapessy. Dari pertemuan tersebut, dirinya melihat Bunda PAUD Ambon ini smart, dan visioner kedepan. Tapi disaat yang sama dia sangat mencintai para pendidik PAUD. “Saya telah dua kali ke Ambon. Saya melihat Bunda PAUD Kota Ambon smart, dan visioner kedepan. Tapi disaat yang sama dia sangat mencintai para pendidik PAUD Itu yang menjadi alasan dia mendapat penghargaan ini. Selain itu ketika saya di Ambon, saya melihat Bunda PAUD Ambon rumahnya bisa terbuka menerima orang dengan low profile,”ungkapnya.

Netti mengakui, Himpaudi Pusat sudah 3 thn memberikan award, tapi tidak sama kategorinya. “Pernah kami memberikan penghargaan untuk media. Tahun ini kami baru mulai dengan bunda PAUD.
Kita melihat profil mereka. Apakah dia memiliki kerjasama dengan HIMPAUDI dan diterima tidak oleh HIMPAUDI nya. Dan itu sederhana buat kami. Kalau Himpaudinya mengusulkan, berarti Himpaudinya merasakan. Jadi 34 provinsi bisa menang, kalau seandainya masyarakatnya merasakan apa yg dilakukan bunda PAUD,” tuturnya. (AT-009)

author