Penetapan Mata Rumah Perintah Negeri Batu Merah Jangan Timbulkan Resistensi

Ambon, ambontoday.com – Penetapan mata rumah perintah oleh Pemerintah Negeri dan Saniri Negeri Batu merah diharapkan lebih memperhatikan amanat regulasi dan tidak menimbulkan resistensi di masyarakat.
Demikian hal ini ditegaskan anggota Komisi I, DPRD Kota Ambon, Hadiyanto Junaidi S.IP kepada media ini di Baileo Rakyat Belakang Soya Ambon, Senin, (23/12).
Menurut Hadiyanto, proses dan tahapan yang dilakukan Pemerintah Negeri Batumerah dan Saniri Negeri sudah sesuai dengan mekanisme yang telah diatur, namun masih beberapa tahapan di Perda yang terabaikan.
“Dalam Perda Nomor 8, 9, 10 dia mengamanatkan bahwa putusan mata rumah perintah itu melalui musyawarah besar dalam musyawarah tersebut harus dihadiri tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh agama namun itu tidak dilakukan.
Sehingga dari masyarakat dan mata rumah yang merasa dirugikan tidak menerima itu. Akibatnya pembacaan hasil saniri negeri tidak bisa dilanjutkan, ” kata dia.
Kader Partai Hanura ini berharap, Saniri Negeri harus melihat persoalan tersebut, jangan sampai proses sementara jalan bisa menimbulkan resistensi di masyarakat
Untuk itu, mengembalikan proses penetapan mata rumah parentah melalui musyawarah besar dan pengkajian data.
“Karena ada tim yang telah dibentuk Pejabat Raja Batu Merah dan Saniri untuk membantu proses pencarian data oleh masing-masing mata rumah terkait dengan mata rumah perintah dan tim sudah mengerjakannya, tim sudah menyerahkan kepada Pejabat dan juga Saniri,” jelas dia.
Terkait hal iti, dirinya mempertanyakan apakah saniri negeri saat penetapan mata rumah perintah telah mengkaji data-data yang telah dimasukan oleh tim.
Sehingga putusan Saniri tersebut bisa berdasarkan bukti dan sejarah dari negeri.
“Karena bicara adat bicara sejarah, dan sejarah punya bukti legal standing yang jelas bukan penetapan berdasarkan hasil voting, kita tau hasil voting itu adalah hasil suka atau tidak suka,” tegas dia
Untuk itu anggota Deawan yang biasa disapa Hadi ini menyarankan penetapan mata rumah perintah melalui musyawarah besar dan melibatkan seluruh komponen masyarakat negeri Batu Merah terutama masyarakat yang punya kompoten didalamnya.
Selain itu dirinya juga meminta kepada Pemneg dan Saniri Negeri Batu Merah agar dalam menyampaikan hasil musyawarah tidak melalui surat tetapi disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.(AT/Patrick)

author