2 Milyart Dipulangkan Bupati Dinilai Orientasi Uang

Ambontoday.com, Ambon – Pembangunan Pasar Larat Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang di biayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai 5 Milyert, kini harus dikembalikan 2 Milyart ke Negara akibat kecemburuan pengelolaan Anggaran tersebut dariKabupaten MTB terhadap Dinas Perindag Provinsi Maluku.
Anggaran yang dikucurkan Pemerintah Pusat tersebut guna pembangunan pasar larat kepada Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Dinas Perindag, mengingat di Kabupaten MTB tidak ada Dinas Perindag hanyalah Kepala Bagian, sehingga tidak layak untuk mengelola anggaran tersebut.

Kepada Ambontoaday.com, Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Ir. Evendy Jokja, M.Si bahwa Pekerjaan pasar tersebut sudah dikerjakan mencapai 70 persen, tiba-tiba pekerjaan tersebut dihentikan oleh Bupati MTB Bitsail Zelfester Temar selama 40 hari kelender, kami juga bingung dengan putusan Pa Bupati” Kata Evendy.
Dikatakan juga bahwa, dari keputusan yang disampaikan Bupati MTB untuk menghentikan pekerjaan, maka ketika jatuh tempo pekerjaan tersebut, kami harus mengembalikan anggaran sisahnya ke khas Negara.

Kami suda mengelola 3 milyart untuk pembangunan pasar Larat, yang sisahnya kami kembalikan ke Khas Negara, mengingat terlalu lama keputusan yang dikeluarkan Bupati, selang waktu 40 hari kelander dipakai Bupati untuk menurunkan jajarannya yakni Dinas PU MTB, Inspektorat MTB dan pihak yang terkait dengan pembangunan tersebut untuk memeriksa apakah ada kejanggalan kerja atau pekerjaan diluar Bestek yang ditentukan” Jelas Evendy.

Ditambahkan juga, terbengkalanya pekerjaan pasar Larat diakibatkan oleh Bupati MTB Bitsail Zilfester Temar dan Kepala Bagian Perdagangan dan Industri MTB Poly, sejak berhentinya pekerjaan dan anggaran sisah yang dikembalikan membuat ketidak percayaan dari Pemerintah Pusat dan sangat sulit untuk ada bantuan lagi dari Pemerintah Pusat guna meneruskan atau menyelesaikan pembangauna tersebut.

Masyarakat MTb terlebih khusus masyarakat yang berada pada lokasi atau daerah Tanimbar Utara Raya perlu memintah pertanggungjawaban dari Bupati Temar dan Kepala Bidang Perindag MTB Poly terhadap terbengkalainya pasar tersebut.
Ditempat yang berbeda Berthy Tatang Kabag Humas Himpunan Mahasiswa Pelajar Lelemuku (HIMAPEL-MTB Ambon) Rabu (26/10) bahwa, Tindakan yang dilakukan oleh Bupati Maluku Tenggara Barat tersebut harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, mengingat dengan adanya psara tersebut akan membantu masyarakat guna melakukan proses jual beli yang memudahkan masyarakat larat sendiri.

Saya harap ada pertanggujawaban dari Bupati ya, mengingat pasar ini sangat membantu masyarakat, saya duga Uanglah yang membuat pembangunan pasar ini harus dihentikan, uang itukan milik rakyat yang harus diperuntukan untuk masyarakat, kok kenapa harus ingin dimiliki lagi ? kata Tatang.
Harapanya, jika pasar ini tidak diperhatikan secepatnya maka akan mengalami kerusakan, sehingga dari pihak Perindag Provinsi Maluku dan Bupati MTB dapat memikirkan yang terbaik untuk membantu masyarakat MTB khusus masyarakat yang ada di Tanimbar Utara Raya. (AT.007)

Jadilah Orang Pertama share:
author