80 Persen Vaksin Siswa Jadi Ketentuan SMK Negeri 6 Ambon Lakukan BTM Terbatas

AMBON, Ambontoday.com -Berdasarkan sosialisasi dari Dinas kesehatan Kota Ambon bahwa Belajar Tatap Muka (BTM) terbatas hanya bisa dilakukan apabila 100 persen guru sudah vaksin sampai tahap kedua, dan siswa minimal 80 persen.

Pernyataan ini diakui oleh Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Ambon, Drs. Edo Luturmas kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021).

Menurut Luturmas, pelaksanaan vaksin bagi siswa di SMK Negeri 6 Ambon telah dilaksanakan baik di sekolah, lapangan merdeka maupun secara mandiri. Vaksin yang dilaksanakan di sekolah telah mencapai 500 orang, sementara di lapangan merdeka tidak mencapai 100 orang.

Saat proses vaksinasi yang dilaksanakan di sekolah, para siswa yang berasal dari Jurusan Kesehatan turut membantu tim medis dari dinas kesehatan kota Ambon.

“Dengan jumlah siswa 732 orang, sudah 500 lebih siswa yang mengikuti vaksin baik secara mandiri, di lapangan merdeka saat pekan selebrasi vaksinasi maupun sekolah. Sampai sekarang siswa SMK Negeri 6 Ambon belum mencapai 80 persen, maka kami lagi upayakan agar semua siswa dapat tervaksin,” tuturnya.

Luturmas mengakui, pihaknya akan membicarakan dalam rapat tahap kedua bersama komite, agar bisa berkoordinasi lagi bersama Dinas Kesehatan Kota Ambon dan para orang tua serta siswa supaya mendorong anaknya agar mengikuti vaksin.

“Dari jumlah yang sudah vaksin, kami sudah koordinasi dengan pihak kesiswaan untuk proses vaksin seluruh siswa dapat dilaksanakan dengan baik, dan cepat sehingga BTM terbatas dapat berjalan,” paparnya.

Luturmas menambahkan, proses vaksin memiliki konsekuensi yakni, siswa yang sudah vaksin dapat mengikuti BTM terbatas, sedangkan yang tidak vaksin dari ketentuan kesehatan belum bisa BTM terbatas.

“Ikut dan tidak ikut BTM terbatas belum final, karena kita masih melakukan pertemuan dengan orang tua, paling sedikit ada kesepakatan bersama antara pihak sekolah dan orang tua termasuk komite agar seluruh anak bisa divaksin. Dengan begitu, tidak saling menyalahkan di kemudian hari dengan keputusan yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Luturmas berkata, pada saat proses BTM terbatas, seluruh Prokes akan diperhatikan, seperti mekanisme masuk keluar kelas, jumlah siswa dalam kelas bahkan waktu yang ditentukan dalam proses belajar. (AT-009)

Print Friendly, PDF & Email
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!