Ada Apakah Dengan Proyek Bapas Saumlaki

Tidak ada komentar 75 views

Ambon, ambontoday.com – Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang merupakan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Australia ini mulai dilirik Pemerintah Pusat, guna menunjang pembangunan infrastruk.

Dengan kelebihan serta kemampuan yang dimiliki oleh seluruh pengusaha ptibumi asal MTB, guna merai dan mendapat sejumlah proyek Kementrian.

Melirik pembritaan yang dilansir oleh media online Simpul Rakyat terkait pekerjaan proyek kantor Bapas Saumlaki yang dikerjakan oleh PT. Maega Anugrah Sejahtra sangat menjastifikasi pihak kontraktor.

Menyikapi pembritaan tersebut, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Himpunan Mahasiswa Pemuda Lelemuku – Maluku Tenggara Barat (HIMAPEL-MTB) Ambon Lamberth Tatang kepada Ambontoday.com menyampaiakan kekesalannya terhadap generasi mudah MTB yang tidak memikirkan pembangunan MTB yang setara dengan Kabupaten Kota lain, malah sebaliknya memperhabat.

“Saya sebagai warga MTB yang berstatus warga Kota Ambon namun masih memiliki rasa prihatin dan ingin membangun Daerah tercinta yang penuh dengan adat budaya permersatu seluruh Kecamatan bahkan Desa dan Negeri, dimana masih ada kaum muda yang memiliki pemikiran untuk membunuh atau mematikan semangat pengusaha pribumi asal MTB dalam membangun Daerah, itu sangat lucu” kata Tatang.

Dikatakan juga, ada apa dengan pembangunan kantor Bapas Saumlaki, apakah tidak sesuai dengan perencanaan atau bestek atau, apa sebenarnya ?.

“Jika itu tidak sesuai hasil kontrak kan nantinya diperiksa inspektorat atau pihak terkait, sesuai pantauan dan perkembangan yang saya liat keliatannya sudara saya Ronald Futwembun dan rekan – rekannya yang memperhabat ini pekerjaan, jangan lagi kita jadi budak bagi pengusaha berkulit putih lagi lah, mari kita topang saudar – saudara kita kaum pengusaha pribumi agar roda ekonomi di MTB bisa berputar dengan baik, jangan lagi dibawa keluar uang kita ke Daerah lain lagi, dan jika pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan kontrak kan nanti ada sangsinya, kita harus paham itu jangan kita asbun saja untuk kepentingan – kepentingan tertentu” kesalnya.

Harapan Tatang, kiranya jangan lagi kaum pribumi diinjak injak lagi oleh kita kaum pribumi sendiri, ini lelucon namanya, kiranya ada perhatian dari kita untuk kita.

“Kita mau cari apa didunia ini, mau cari musuh atau mau cari teman, karena apa yang kita lakukan hanya sesaat katika manfaatnya kita terima, namun kita secara sadar atau tidak, kita telah menunjukan sikap yang salah dan itu akan menjadi wacana turun temurun, apa kita ingin demikian, sehingga sangat saya harapkan bagi seluruh pemuda MTB dan selurih masyarakat MTB untuk dapat menghargai kita sendiri, jangan kita jual hak kesulungan kita keorang yang tidak memahami adat dan istiadat kita” hatapa Tatang dengan wajah yang penuh kekecewaan.

Lence Serin kontraktor pemenang proyek kantor Bapas yang mana sebagai salah satu pengusaha primu asal kabupayen bertajuk Duan Lolat ini melalui telepon genggamnya katakan, dirinya merasah aneh dengan pembritaan – pembritaan yang dilansirkan media Simpul Rakyat seakan dirinya diintumidasi dalam pekerjaan ini.

“Saya merasa diintimidasi oleh pihak – pihak tertentu sehingga memperhambat pekerjaan saya” kesal Serin

Disampaikan juga, semua tuduhan yang diberitakan tentang dirinya atau perusahannya, sangat melenceng, dari ketentuan – ketentuan yang ada pada kontrak.

“Biarlah, semua sudah terjadi, kiranya mereka diberkati Tuhan untuk menjadi yang terbaik bagi Daerah ini (MTB-red), karena mereka lebih tahu dari siappun, kiranya mereka menjadi berkat bagi banyak orang katika saya difitna terus” sedihnya menutup pembicaraannya. (AT – 007)

Jadilah Orang Pertama share:
author