Ambon, ambontoday.com – Mantan direktur rumah sakit Maria Hati Kudus Langgur Adrianus Leftungun, membantah kalau dirinya telah menipu atau memalsukan dokumen guna memuluskan ambisinya agar diloloskan sebagai mahasiswa Strata II pada Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Kepada media ini, Adrianus menjelaskan bahwa terdapat pengecualian bagi para calon mahasiwa S2 dari wilayah 3 T (terdepan, terluar dan termiskin). Dimana untuk empat besar yakni spesialis penyakit dalam, kandungan, anak, serta spesialis bedah, diberikan kompensasi oleh pihak kampus dalam hal ini Fakultas Kedokteran Unsrat itu sendiri.

“Sudah ada pedoman, petunjuk teknis dari Unsrat, bahwa diatas 35 tahun ataubdibawah 36 tahun untuk daerah 3 T dan adalah putra daerah itu bisa diterima dan akan kembali mengabdi ke daerah,” tandasnya, Minggu (16/1).

Adrianus juga sempat mengeluhkan terkait ketiadaan bantuan beasiswa dari pemerintah daerah setempat yakni Pemda Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) bagi dirinya. Mengingat telah tiga kali dirinya mengikuti tes seleksi dimaksud pada akhir tahun 2021 dan baru lolos seleksi di awal tahun 2022 ini.

“Daerah tidak membantu. Saya mau cari channel, siapa tahu daerah bisa bantu. Saya kan bukan dokter PNS, saya dari suasta,” ujarnya.

Sementara disingung sehubungan dengan masalah sogok-menyongok yang dilakukan oleh pihaknya guna memuluskan niatnya tersebut, Adrianus membantahnya. Menurut dia masalah sogok itu tidak benar adanya. (AT/sony)

Print Friendly, PDF & Email