Akhir Agustus Dishub Ambon Rubah Mekamisme Parkir Serong Ke Pararel

AMBON, Ambontoday.com– Dipastikan di akhir bulan Agustus atau minggu depan, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perhubungan Kota Ambon akan segera merubah mekanisme parkir Serong ke parkir pararel.

“Kita akan menata kembali perparkiran untuk beberapa ruas jalan di kota Ambon yaitu ruas jalan Am Sangadji, jalan Diponegoro dan jalan Pattimura yang akan dirubah dari parkir serong ke parkir pararel,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette kepada media di ruang kerjanya (Rabu 21/8/2019).

Ia mengakui, tiga ruas jalan ini yang parkirnya masih serong yang mana sesuai hasil rapat bersama dan telah dievaluasi lebih efektif dengan menggunakan parkir pararel.

“Tiga ruas jalan ini yang sistim parkirnya masih serong, itu dalam waktu dekat ini kalau bisa minggu depan kita sudah berubahnya menjadi sistim parkir pararel. Karena ruas jalan Diponegoro adalah dua arah, kemudian sisi kiri dari arah Makorem yang parkir sepeda Motor, sementara sisi kanan itu parkir mobil dan seterusnya. oleh karena itu, demi efektifnya jalan tersebut, kita akan merubahnya dengan parkir pararel” jelasnya.

Ia berkata, perlu adanya perubahan marka tambahan yang diubah dari serong ke pararel, setelah itu disosialisasikan kepada masyarakat terkait perubahan ini. “Kami sudah koordinasi dengan Dishub provinsi dan aparat keamanan untuk dapat membackup dishub kota Ambon dalam rangka implementasi dari parkir serong ke parkir pararel,” tuturnya.

Lanjutnya, dengan adanya itu, ruang parkir semakin sempit, akan tetapi memberikan edukasi kepada masyarakat supaya dalam hal memanfaatkan ruang parkir dapat dipikirkan lebih efektif lagi.

“Ini akan mempengaruhi penerimaan daerah dari retribusi parkir, tetapi SK Walikota sudah kami siapkan untuk ruas jalan tadi yang parkir umum sebesar Rp.3000 akan kita rubah menjadi parkir jam-jaman,” paparnya.

Ia menjelaskan, Parkir Jam-Jaman yakni parkir pertama Rp.5.000 dan setiap kenaikan satu jam itu akan bertambah Rp.2.500. “Kenaikan tarif parkir yang bersifat jam-jaman ini bukan semata-mata Pemerintah kota Ambon mengejar PAD, tetapi ini sebagai edukasi kepada masyarakat sebagai pemanfaatan ruang parkir harus efektif. Sebab, kalau kita merubah parkir serong ke parkir pararel maka satuan ruang parkir akan turun dari 50 persen,” jelasnya.

Ia mengandaikan, apabila ruas parkir itu ada 100 SRP yang parkirnya serong yang dibawa ke pararel tidak cukup 50 persen, berarti ada lusin SRP yang mempengaruhi PAD tetapi hal ini semata-mata hanya untuk bagaimana melakukan penertiban terhadap parkirbyang ada di kota Ambon sekaligus ruang lalu lintas akan lebih efektif bahkan dishub mengharapkan tidak ada parkir di badan jalan dengan syatar ada bangunan kantung-kantung parkir.

“Jadi SK Walikota akan dikeluarkan terkait tarif parkir supaya masyarakat tidak parkir kendaraannya berjam-jam di badan jalan. Kalau urusan mereka selesai, segera keluar dari ruang parkir sehingga membuka ruang bagi orang lain bisa memanfaatkannya. Apabila memberikan waktu parkir dari pagi sampi sore maka masyarakat akan monopoli, maka itu perlu regulasi dan management supaya diberikan tarif khusus pada ruang-ruang parkir dimaksud sehingga masyarakat yang mau parkir lama maka beban biaya ada pada mereka,” cetusnya.

Lebih lanjut, tarif parkiran untuk kendaraan roda dua akan diperhiyungkan kembali, sementara untuk roda empat wajib menaati apa yang sudah dikeluarkan oleh pemkot Ambon. (AT-009)

error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!