Assagaff Apresiasi GPM yang Ikut Memelihara Perdamaian Sejati Maluku

Piru, Ambontoday.com – Gubernur Maluku Said Assagaff memberi apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Gereja Protestan Maluku (GPM) karena GPM sungguh-sungguh dalam melakukan dan memelihara perdamaian sejati di Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Assagaff pada acara Penahbisan Gedung Gereja Lahai-Roi Jemaat GPM Sarihalawane – Klasis Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Minggu (17/12).

“Karena itu, saya meminta kepada Bapak dan Ibu Pendeta serta Majelis Jemaat Sarihalawane, serta semua jemaat di Klasis Kairatu, juga kepada Bapak Ketua Klasis dan Bapak Sekretaris Klasis, agar mari kita dorong pembinaan umat melalui semua gedung gereja di sini,” ujar Gubernur Assagaff.

Assagaff katakan, Maluku ke depan harus menjadi cerminan wajah perdamaian dunia. Kita hanya bisa maju jika kita teruji memelihara perdamaian ini.

“Beberapa tahun belakangan ini kita sudah menunjukkan kemampuan kita bersama-sama, dalam memelihara perdamaian itu,” tandasnya.

Untuk itu, Assagaff mengajak semua pimpinan umat beragama di SBB, maupun di Maluku, untuk bisa berdialog dan duduk bersama-sama, maupun berjalan bersama-sama tanpa curiga. Bangun sikap keterbukaan satu sama lain, sebab itulah modal spiritual untuk membangun peradaban damai.

Pada kesempatan tersebut, Assagaff menitipkan pesan sekaligus permintaan kepada Bapak Ibu Pendeta, Pengasuh Sekolah Minggu, dan semua ulama di daerah tersebut, agar kita tidak memproduksi cerita yang memperlebar perbedaan tetapi justru cerita yang menceritakan indahnya persaudaraan sejati.

“Ada bagian kisah suci di dalam Kitab Suci tentang Lahai-Roi, sebuah tempat yang menurut saya menjadi pusat rekonsiliasi orang basudara,” ujarnya.

Di situ, menurut Assagaff, Hagar dan lsmail anaknya pernah ditolong Tuhan sewaktu mereka diusir dari rumah Abraham. Jika Tuhan tidak bertindak, dan tiada air di situ, tentu lsmail, Putra Hagar dan Abraham akan mati. Jika demikian, maka kita tidak akan pernah berbicara mengenai persaudaraan atau perdamaian dua orang saudara.

Di Lahai Roi pula, lanjut Assagaff, Bapa lshak untuk pertama kali datang dan berjumpa dengan lbu Ribka. Siapa menyangka bahwa kisah itu terjadi dari tempat di mana dahulu, Tuhan pernah menolong Ibu Hagar dan anaknya Ismail. Dan di Lahai-Roi pun Ishak beristirahat di hari tuanya,

Dia katakan, begitulah kira-kira cerita dalam kitab suci. Cerita tentang suatu tempat di mana terdapat sumur yang menyatakan bahwa ‘Penglihatan dari Allah untuk hidup’. Sebab dari Lahai-Roi cerita kehidupan yang penuh perdamaian dan kesejahteraan dilakukan Tuhan kepada umat manusia.

“Saya kira cerita-cerita seperti
ini harus dituturkan kepada semua umat termasuk anak-anak kita,” imbaunya.

Sebab Kitab Suci kita, disebut Assagaff, berisi banyak cerita tentang perdamaian antar-orang basudara, dan perdamaian antar-umat beragama.

Jika kita menceritakan dalam versi seperti itu, Assagaff meyakinj, niscaya tidak ada lagi keraguan bahwa agama kita saja yang berbeda tetapi kita bersaudara.

“Itulah sebabnya mengapa penahbisan gereja ini penting untuk kita jadikan momentum pembinaan umat beragama dalam kerangka Gereja Orang Basudara yang sedang dijadikan GPM sebagai suatu paradigma dan kekuatan membangun Maluku yang maju
damai, rukun dan sejahtera,” paparnya.

Dia lantas mengajak bersyukur, sekaligus dirinya menyampaikan selamat memasuki Minggu Adventus Natal yang ke-3 kepada semua warga GPM.

Assagaff percaya, bahwa seluruh warga GPM telah siap menyambut kelahiran Kristus Putra Natal dengan penuh kasih dan ketulusan. Dirinya menyambut dengan sukacita undangan Jemaat GPM Sarihalawane dalam kaitan dengan penahbisan gedung gereja Lahai-Roi ini.

“Kini kita menahbiskan gedung gereja ini saat saudara-saudara Sarane sedang memasuki masa Adventus Natal ke-3. Di masa inilah, kita memperkuat semangat perdamaian, seperti Tuhan yang berdamai dengan manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Assagaff juga menyampaikan terima kasih kepada semua warga jemaat GPM, termasuk warga Jemaat GPM di Klasis Kairatu dan secara khusus di Jemaat Sarihalawane, sebab sudah ikut menopang tugas pemerintahan dan pembangunan selama ini.

“Secara khusus dalam tahun-tahun pengabdian saya dan saudara Wakil Gubernur Zeth Sahuburua,  karena tahun 2018 yang aka kita masuki nanti adalah tahun terakhir pengabdian kami,” kata Assagaff

Apa yang sudah dicapai bersama, menurut Assagaff, adalah prestasi seluruh masyarakat. Dirinya dan Wagub hanyalah pelayan masyarakat yang mencoba menterjemahkan harapan rakyat itu melalui Visi Misi dan Program pembangunan selama ini.

“Untuk segala kekurangan dan keterbatasan yang ada, saya mohon maaf, dengan harapan agar kita bisa saling menopang dalam tanggungjawab ke depan bersama-sama,” demikian Assagaff. (AT-009)

Jadilah Orang Pertama share:
author