23 June 2024
Birokrasi dan Pemerintahan Ekonomi

Awal Pendataan Regsosek 2022, BPS Maluku Siapkan 2.780 Petugas

AMBON, Ambontoday.com- Sebanyak 2.780 petugas Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) tahun 2022 disiapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku.

Pelaksanaan Regsosek akan dilaksanakan pertama kali diseluruh Indonesia dimulai dari tanggal 15 Oktober hingga 14 November 2022.

Demikian Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi dalam coffe morning bersama awak media, Selasa (11/10/2022) di Kantor BPS Maluku.

Regsosek pada dasarnya adalah kegiatan pemerintah dalam pengumpulan data yang sifatnya sensus, yang dikenal dengan tiga macam sensus yakni sensus penduduk, pertanian, dan ekonomi.

“Kami sudah siap melaksanakan tugas yang merupakan kegiatan pemerintah dalam pengumpulan data yang sifatnya sensus pendataan Registrasi Sosial Ekonomi atau Regsosek tahun 2022,” katanya.

Ia mengakui, 2.789 petugas Pendataan Regsosek 2022 terdiri dari petugas pendataan di lapangan (PPL) sebanyak 2.089 orang, petugas pengawas lapangan (PML) 557 orang, koordinator sensus kecamatan (Koseka) 134 orang, dan instruktur 71 orang.

“Petugas-petugas ini tersebar di 11 Kabupaten/Kota di Maluku, yakni di 118 kecamatan, 1.248 desa, dan jumlah satuan lingkungan setempat 5.298. Estimasi target pendataan sebanyak 468.561 keluarga,” jelasnya.

Ia menambahkan, Regsosek adalah pendataan yang dilakukan pemerintah untuk mengumpulkan data terkait penduduk di seluruh Indonesia. Tujuannya dalam rangka penyediaan data statistik sesuai dengan kebutuhan pemerintah perihal data sosial ekonomi masyarakat yang selama ini dikumpulkan oleh pihak-pihak tertentu.

“Jadi pendataan Regsosek adalah pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial ekonomi, dan tingkat kesejahteraan. Karena itu data kondisi ekonomi di seluruh penduduk akan membantu pelaksanaan program pemerintah sehingga berjalan efektif,” ujarnya.

Dengan Regsosek, pemerintah ingin sumber data untuk kebutuhan hanya satu data sehingga semua pihak yang membutuhkan bisa menggunakan data Regsosek untuk kepentingan masing-masing.

“Misalnya ada pemerintah membutuhkan data untuk menyalurkan bantuan sosial silahkan menggunakan data Regsosek sesuai dengan peruntukannya. Kemudian saat terjadi bencana alam dan membutuhkan data di wilayah tersebut, maka bisa menggunakan data Regsosek juga,” ujarnya. (AT-009).

Spread the love
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!
X