Bekal 165.000 e-KTP Pasangan Hebat Daftar di KPU

Ambon, ambontoday,com-Pasangan calon Perseorangan Herman Adrian Koedoeboen dan Abdulah Vanath resmi menyerahkan Formulir dan KTP dukungan yang berhasil dikantongi pasangan tersebut. Pasangan yang dikenal dengan julukan Hebat ini tiba di KPU pada Minggu (26/11/2017) malam.
Pasangan Hebat ini datang di KPU dengan 165.000 e-KTP sebagai pendukung dan diterima langsung oleh Plt Ketua KPU Provinsi Maluku Irene Pontoh.

Usai melakukan registrasi pada buku tamu, pasangan Hebat ini mendapatkan penjelasan dari salah satu komisioner KPU Provinsi Maluku, La Alwi.

Setelah mendapatkan penjelasan dari salah satu komisioner pasangan Hebat menyerahkan puluhan kodi yang berisikan formulir dan KTP dukungan yang berhasil dikantongi pasangan tersebut. Puluhan kodi berkas dukungan rakyat bagi pasangan Hebat ini diangkut dengan menggunakan lima mobil.

Selain itu, Herman Koedoeboen yang didampingi Abdulah Vanath seusai proses penyerahan  dukungan tersebut pada wartawan menyatakan jumlah dukungan yang diterima pasangan Hebat yang telah diserahkan pada KPU sudah melebihi kuota yang ditetapkan dalam aturan KPU.

“Dari hasil verifikasi yang dilakukan tim Hebat pada pukul 20.00 wit jumlah dukungan yang didapat pasangan Hebat sebesar 165 surat dukungan masyarakat, jumlah ini melebihi yang ditetapkan KPU yakni 122.800 suara dukungan,” ungkap Herman.

Dirinya menambahkan,  KTP yang didapat pasangan ini secara gratis dari masyarakat, bahkan ada juga yang mendatangi posko tim Hebat guna menyerahkan data dukungan.

Pada kesempatan itu pula,  pasangan ini berterima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku yang telah memberikan dukungan terhadap mereka, hal ini pun merupakan bukti bahwa koalisi dan dukungan yang masyarakat tunjukan bahwa kedaulatan itu ada di tangan rakyat.

Selain itu berbicara terkait dengan Partai jika ada dukungan atau rekomendasi yang diberikan pada pasangan tersebut, Herman menjelaskan jika ada Partai Politik yang mendukung pasangan ini pihaknya sangat menghormati, tetapi Partai Politik berstatus sebagai pendukung bukan pengusung.

“Kalau Partai Politik yang akan mendukung kami menghormati tapi mungkin akan berstatus sebagai pendukung bukan pengusung, kami tetap berkualisi bersama rakyat”, bebernya. (AT-011)

Jadilah Orang Pertama share:
author