Belai Mengaku Tidak Pernah Melontarkan Bahasa Parlente Ke Desa Olilit Dan Sifnana

Saumlaki, ambontoday.com – Kejadian pertemuan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang diwakili oleh Asisten satu Corneles Belai, yang mengakibatkan cekcok mulut dengan Pelu warga Tumbur hingga sampai ke kepolisian, namun tidak ada respon terhadap kehadiran Pelu.

Dari keterangan yang disampaiakn Pelu kepada ambontoday.com terkait dengan bahasa “Olilit Sifnana parlente” tidak pernah disampaiakan dalam pertemuan, melainkan sebagai anak negeri Olilit tidak pantas mengeluarkan stetmen tersebut, apa lagi harus menyinggung desa Sifnana

“Saya harus luruskan persoalan ini, karena bahasa yang dilansir ambontoday.com terkait pernyataan Pelu sangat – sangat rekayasa, sehingga sangat memancing emosional masyatakat” kata Belai

Disampaikan juga, kepada seluruh masyarakat Olilit dan Sifnana agar tidak terprovokasi, mengingat kondisi kabtimas yang sudah terjaga baik, selalu dijaga.

“Saya meminta kepada masyarakat kedua desa tidak terpancing karena ini hanya kesalahan penyampaian sebenarnya dari Pelu ke ambontoday.com, maka sangat diharapkan agar kabtimas yang sudah terjaga selama ini, tetap dipertahankan untuk KKT yang lebih baik” ujar Belai.

Lanjutnya, kondisi pertemuan yang terjadi adalah yang bersangkutan red-Pelu sangat tidak sopan dan tidak beretika dalam forum.

“Saya sangat tersinggung dengan sikap Pelu yang sangat – sangat tidak beretika dalam berkomunikasi, yang selalu menunjuk – nunjuk ke saya, dari sikap Pelu, seluruh masyarakat Desa Tumbur yang hadir dalam pertemuan itu meminta maaf kepada saya atas tindakan Pelu” kesalnya

“Harapan besar saya, pernyataan Pelu jangan dipolitisir, saya pribadi sudah memaafkan Pelu dari pernyataannya, kemungkinan Pernyataannya ke ambontoday.com dalam kondisi emosi sehingga dimaklumi” harap Belai. (AT/lamta)

author