Asisten Satu KKT Dipolisikan Warga Tumbur
Dimana salah satu peserta menyampaikan aspirasi sekaligus kekecewaannya kepada Pemda KKT direspon negatif oleh AS 1. Respon Belai dengan penganiayaan terhadap warga Tumbur Arifin Pelu yang menyampaikan aspirasi sekaligus penyamapaikn kekesalannya, Belai dengan spontan berdiri dan menendang Pelu dibagian depan paha dan menarik kerak baju Pelu, Belai juga sempat mengambil kursi untuk memukul Pelu namun dicegah warga yang hadir dalam pertemuan itu. Merasa tidak senang dengan tindakan tidak terpuji itu, Pelu langsung menghampiri SPKT Polres Kepulauan Tanimbar untuk melapor, sesampainya di Polres, keterangan Pelu tidak diterima dengan alasan tidak ada memar ditubuhnya dari penganiayaan yang dilakukan Belai.
Kepada ambontoday. com, Pelu sampaikan "Saya setelah sampaikan aspirasi dan kekesalan saya, kok tiba - tiba Pa Belai berdiri dan menendang bahkan kerak baju saya ditarik, anehnya beliau sempat mengambil kursi untuk ingin memukul saya, tetapi sempat dihalangi oleh warga lain yang sama - sama hadir pada pertemuan itu" kata Pelu. Lanjut, dirinya merasa bingung ketika ditolak oleh pihak SPKT Polres Kepulauan Tanimbar, mengingat penganiayaan itu dilakukan bahkan ada pengancaman, dimana tindakan itu menurutnya sudah memenuhi unsur pidana namun ditolak.
Ia juga menyampaikan pernyataan Belai yang sangat tidak beretika ketika dirinya sempat mengatakan, ia tidak suka (senang) dengan kinerja parlente (pembohong), disitu Belai respon dengan mengatakan "Olilit, Sifnana sudah parlente, giliran Tumbur" yang parlente, stetmen ini sangat melecehkan ketiga desa. Asisten satu ketika dihubungi ambontoday. com melalui henponnya katakan, dirinya tidak melakukan apapun terhadap Pelu, karena banyak yang menyaksikan dilokasi pertemuan.
"Saya tidak lakukan penganiayaan terhadap Pelu, dia itu tidak sopan" kata Belai. Dikatakan juga, jika yang bersangkutan dalam hal ini Pelu ingin melaporkan ke polisi itu hak beliau, pada prinsipnya ia tidak melakukan tindakan apapun terhadap Pelu apalagi sampai ingin memukulnya dengan kursi. Dari pernyataan Pelu dan Belai sama sekali bertantangan, sehingga ini perlu ada perhatian serius dari Pemda KKT dalam hal ini Bupati Petrus Fatlolon dan Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP.
Romi Agusriansya, S. I. K, mengingat pernyataan Belai akan memancing emosional masyarakat ketiga Desa. (AT/lamta)
๐ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
๐ฌ 0 Komentar
๐ญ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin Tumbangย
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
3 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
3 months ago
LPKA Ambon Perkuat Komitmen sebagai Lembaga Ramah Anak Melalui Pengukuran Standar LPKRA
3 months agoRekomendasi Untuk Anda
Korsel Gagal Terapkan New Normal,Kita Harus Lebih Peka
Persija Siapkan Kembali Perfoma Melawan Persik, Jadi Sorotan Pertemuan dengan Persebaya