Atapary : Kadis Pendidikan Maluku Dinilai Gagal
Samson Atapary didampingi Wakil Ketua Komisi IV, Rofik Afifudin, dan anggota komisi Turaya Samal, Hengky Pelata. Dikatakan, Kepala Dinas selaku penanggung jawab harus memberikan perhatian serius, dan sigap terhadap setiap persoalan yang terjadi. Pasalnya, SMA yang berada di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala itu mendapat keistimewaan tersendiri, dibandingkan SMA/SMK lainnya, karena dibiayai langsung dari APBD, mulai dari biaya pendidikan, makan minum, serta biaya lainnya diluar Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
βSMA lain tidak dapat itu. Mestinya sebagai Kadis, karena ini dibiayai APBD, dan menjadi barometer penilaian publik, mesti Kadis secara rutin kesini, sehingga tahu secara pasti persoalan yang terjadi,βucapnya. Lebih lanjut dikatakan, pembenahan di SMA Siwalima telah disuarakan Komisi IV sesuai hasil kesepakatan bersama dua tahun lalu, namun kenyatannya tidak dilaksanakan dengan baik oleh Dinas.
Hal ini semakin diperparah dari hasil tinjauan, ditemukan banyak persoalan, termasuk kebersihan, dan sistim pengelolaan manajemen. βTerlihat asrama putra dan putri standar kebersihan ini sudah kita bicara terus menerus, tetapi masih terulang kembali. Ibu Kadis juga menyatakan tidak akan terjadi lagi.
Maka saya bilang, yang bersalah adalah Kadis Pendidikan. Apalagi persoalan ini tanpa membutuhkan anggaran bisa, karena ibi bukan membangun fisik, tetapi membangun karakter murid,βtuturnya. Sebagai tindak lanjut, dalam pertemuan dengan Plh Kepsek Siwalima, Eli Tahalea, dirinya telah mengusulkan kembali agar pihak sekolah mengkaji persoalan ini dengan baik, terutama memasukannya dalam nilai akhir semester.
Selain persoalan itu, politisi PDI Perjuangan itu juga menyinggung kasus kekerasan antar siswa. Berdasarkan hasil penelusuran kasus ini sudah menjadi Kultur di SMA Siwalima. βKekerasan sudah menjadi kultur, mengadopsi dari kakak yang dulu, jadi ini sudah lama terjadi dan dianggap biasa,βungkapnya.
Atas peristiwa ini, Atapary kembali menyentil Kadis sebagai pihak yang harus bertanggung jawab akan hal ini, karena tidak mampu membangun sistim Pendidikan yang diikuti oleh sekolah. βIni bukan salah mereka, tetapi karena ada sistem yang salah. Siapa yang bertanggung jawab terhadap ini, Dinas Pendidikan.
Mestinya kadis turun berdialog mendeteksi, dan selalu penanggung jawabΒ harus membangun sistim, dan diikuti oleh sekolah,βtukasnya.(AT-009)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
PMII Bursel Soroti Dugaan Pelanggaran Lingkungan Proyek RSUD Salim Alkatiri, Pemda Diminta Berani Bertindak
3 weeks ago
Irjen Kementerian Pertanian Tinjau Progres Program Cetak Sawah di Maluku, Dorong βPercepatan Tanam Musim Kedua Tahun 2026
3 weeks ago
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Dimulai dari BurseL, Bupati La Hamidi Ajak Warga Rawat Alam
1 month ago
Demokrat BurseL Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Tanam Pohon Kasuari di Pantai Waefusi
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
Polres Kepulauan Tanimbar Gelar Pengobatan Gratis Dan Vaksinasi
Dinas Pendidikan Kota Ambon Jadwalkan Tes Terstandar SPMB pada 17 Juni 2025
Komitmen Lindungi Hak Masyarakat, BPJS Kesehatan Disorot DPRD