AmbonToday
Menu Utama
3067950727

Dari Berjalan Kaki Menjual Es hingga Jadi Wali Kota, Bodewin Wattimena Beru Pesan Inspiratif untuk Siswa SMPN 4 Ambon

O

Oleh: Olvi

Thursday, 8 October 2026 | 06:33 WIT

Bagikan:
Dari Berjalan Kaki Menjual Es hingga Jadi Wali Kota, Bodewin Wattimena Beru Pesan Inspiratif untuk Siswa SMPN 4 Ambon

Ambon today. com_AMBON β€” Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, membagikan kisah perjalanan hidupnya kepada siswa-siswi SMP Negeri 4 Ambon dalam kegiatan kokurikuler kelas VII bertema β€œAku dan Prestasiku”, Kamis (8/9/2026).

Kegiatan yang dikemas melalui program 7 KAIH (Gema Belajar) tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk mendapatkan motivasi sekaligus pembelajaran dari pengalaman hidup seorang tokoh yang dinilai inspiratif.

Dalam kesempatan itu, Bodewin menceritakan masa kecilnya yang penuh keterbatasan.

Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana di Kampung Siwang, Negeri Nusaniwe. Sang ayah bekerja sebagai tukang, sementara ibunya menjalani berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Keterbatasan ekonomi tidak membuatnya menyerah untuk mendapatkan pendidikan. Saat bersekolah di SD Kristen Seri, Bodewin harus berjalan kaki berkilo-kilometer sejak dini hari dengan menggunakan obor untuk menuju sekolah.

Ia juga pernah menjalani berbagai pekerjaan sederhana, termasuk berjualan es dan kue, demi membantu memenuhi kebutuhan sekaligus mempertahankan pendidikannya.

Menurut Bodewin, pengalaman hidup tersebut justru menjadi tempaan yang membentuk mental, karakter, dan ketangguhan dirinya.

Ia kemudian menceritakan titik balik ketika dirinya mengikuti seleksi sekolah kedinasan STPDN.

Dari 35 orang yang diterima dari wilayahnya, ia berhasil lolos dan melanjutkan pendidikan hingga kemudian berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama kurang lebih 31 tahun.

Kariernya dimulai dari bawah hingga dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku. Pada 24 Mei 2022, Bodewin kemudian dipercayakan menjadi Penjabat Wali Kota Ambon sebelum akhirnya memutuskan pensiun dini dari ASN dan melanjutkan perjuangan politiknya.

Di hadapan para siswa, Bodewin menegaskan bahwa kondisi seseorang hari ini bukanlah penentu masa depannya.

β€œJangan melihat keberadaan atau keterbatasan hari ini. Masa depan tidak ditentukan sepenuhnya oleh apa yang bisa diberikan orang tua, tetapi tergantung pada diri masing-masing,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar menghormati orang tua, menaati nasihat guru, tekun belajar, serta membangun karakter sejak dini.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membentuk kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual.

Bodewin turut mengingatkan generasi muda untuk menjauhi berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan, seperti narkoba, minuman keras, perundungan, serta penyalahgunaan media sosial dan internet.

β€œJangan narkoba.

Bukan kita mau menyusahkan anak-anak, tetapi kita mau menjaga supaya anak-anak menjadi orang-orang hebat,” tegasnya.

Ia juga meminta para siswa tidak merasa gagal ketika cita-cita yang direncanakan sejak kecil tidak sepenuhnya tercapai.

Menurutnya, seseorang tidak harus menjadi wali kota, dokter, jenderal, profesor, atau menduduki jabatan tertentu untuk disebut berhasil. Hal yang paling penting adalah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

β€œBukan soal jabatan apa yang kita dapat, tetapi bagaimana kita menjadi bermanfaat dengan semua yang kita dapatkan saat ini,” ujarnya.

Bodewin berharap siswa SMP Negeri 4 Ambon dapat menjadi generasi yang mampu mengisi pembangunan Kota Ambon dan Indonesia di masa depan.

Ia mengingatkan, anak-anak yang saat ini berusia sekitar 11 hingga 13 tahun akan memasuki usia produktif pada 2045. Karena itu, sejak sekarang mereka harus mempersiapkan diri melalui pendidikan, kerja keras, disiplin, doa, dan karakter yang baik.

β€œAnak-anak sekalian tinggal memilih, mau jadi baik atau mau jadi rusak.

Kita mendidik anak-anak yang besok-besok menjadi harapan kota ini,” pungkasnya.( O l )

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!