Densus 88 Gandeng Tokoh Agama dan Amer-amer JI di Ambon, Dorong Moderasi dan Rekonsilisasi Ideologi
Abdullah Latuapo, perwakilan Densus 88 dari Jakarta, serta para mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI) yang kini aktif dalam gerakan moderasi melalui wadah bernama Rumah Wasathiyah. Dalam sambutannya, Iptu Irawan Rumasoreng dari Satgaswil Maluku menekankan bahwa transformasi ideologi bukan semata soal keluar dari jaringan radikal, melainkan soal membangun kesadaran baru dalam beragama yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan. Ia juga menyampaikan harapan agar inisiatif Rumah Wasathiyah dapat didukung secara luas oleh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, ormas Islam, dan masyarakat sipil.
Sementara itu, Ketua MUI Maluku KH. Abdullah Latuapo menegaskan pentingnya menjaga ideologi sehat di tengah tantangan zaman. Menurutnya, Islam moderat (wasathiyah) harus dikedepankan sebagai benteng utama dari ancaman ekstremisme dan perpecahan.
Ia juga mengajak tokoh agama untuk lebih aktif dalam menyuarakan pesan damai dan menjadikan dakwah sebagai medium pemersatu, bukan pemecah belah. Menjadi bagian paling menarik dalam acara tersebut, Ustaz Wiji Joko Santosoβmantan tokoh sentral JIβmembagikan refleksi personal dan institusional atas transformasi kelompoknya yang secara resmi mengubah haluan ideologi pada 30 Juni 2024. Ia menegaskan bahwa Rumah Wasathiyah bukanlah rebranding dari organisasi lama, tetapi wadah baru yang fokus pada edukasi damai, integrasi sosial, dan pendekatan intelektual.
Lembaga ini kini diperkuat oleh sembilan dewan pakar dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan akademisi dan aparat penegak hukum. Acara juga menayangkan film dokumenter bertajuk βSetahun Transformasi JIβ yang merekam dinamika internal, konflik batin, dan perjuangan eks anggota JI dalam kembali ke pangkuan NKRI. Dokumenter ini menjadi medium reflektif dan edukatif bagi para peserta forum.
Tayangan tersebut memperlihatkan bagaimana proses deradikalisasi tidak hanya bersifat struktural, namun juga emosional dan spiritual, di mana banyak mantan simpatisan harus membangun ulang kepercayaan diri dan kepercayaan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung hangat dan terbuka ini diakhiri dengan deklarasi bersama para peserta untuk terus memperkuat semangat wasathiyah sebagai fondasi ideologi kebangsaan. Forum ini menjadi salah satu bukti bahwa proses transformasi ideologi, jika dilakukan secara kolaboratif, terbuka, dan berkelanjutan, dapat menjadi jalan menuju perdamaian yang autentik dan berkelanjutan.( o. l )
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT ke-451 Kota Ambon, Wali Kota Bodewin Serukan Gerakan Bersih untuk Wujudkan Maluku Sehat
4 hours ago
PLN UP3 Ambon Siagakan Tim dan Backup UPS 250 KVA Amankan Kelistrikan HUT Kota Ambon ke-451
4 hours ago
52 Pejabat Fungsional Pemkot Ambon Dilantik, Bodewein: Jangan Anggap Jabatan Kelas Dua
1 week ago
LASKI Nusantara Fest 2026 Digelar di Ambon, Jadi Wadah Generasi Muda Kembangkan Seni Islami
1 week agoRekomendasi Untuk Anda
Wali Kota Ambon: Fokus Kebersihan Bukan Sekedar Adipura
Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Sosialisasikan Konservasi Penyu dan Pelepasan Tukik di Ternate