DPRD Maluku Minta Pempus Tambah Armada Penyeberangan di Maluku
Anggota Komisi III DPRD Maluku Anos Yerimias dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, ada beberapa kabupaten di Provinsi Maluku sangat membutuhkan armada penyebrangan. βAda beberapa kabupaten yang memang sangat membutuhkan armada penyebrangan,β ungkap Anos Yeremias Yeremias membeberkan, saat ini di Kabupaten Kepulauan Tanimbar [KKT] hanya ada satu Kapal Motor Penyebrangan [KMP] yang beroperasi di wilayah tersebut. Untuk itu, dia meminta agar ada penambahan armada penyebrangan di KKT, jika memungkinkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negera [APBN] tahun 2024 nanti. βSaat ini hanya ada satu KMP, kapal itu sudah terlalu lama.
Karena itu, jika dimungkinkan di APBN 2024 kami minta ada penambahan,β pintanya. Ketua Fraksi Partai Golkar ini berujar, pada 10 tahun lalu, Kabupaten Maluku Barat Daya [MBD] pernah mendapat bantuan satu unit KMP dari Pemerintah Pusat [Pempus] malalui Kemenhub. Ia menerangkan, kondisi KMP Marcela itu sudah karam di Pantai Poka, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon sejak beberapa tahun karena diduga pengelolaan atau manajemennya yang tidak sehat.
βMungkin pengelolaannya atau manajemennya yang tidak sehat, sehingga kapal itu tidak lagi melayari atau menyebrangkan penumpang dari pulau ke pulau. Terhadap itu, apakah bisa, Direktorat ini bisa mengadakan atau mengusul kapal penyebrangan baru yang dialokasi untuk MBD, sehingga akses penyebrangan dari pulau ke pulau bisa terhubung,β ujarnya. Dia mengemukakan, hal serupa juga terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur [SBT].
Dimana, KMP Bobot Masiwang milik kabupaten bertajuk βIta Wotu Nusaβ itu karam di tempat yang sama dengan KMP Marcela. Mantan Ketua Komisi III DPRD Maluku ini mempertanyakan, apakah KMP tersebut tidak bisa ditarik ke Kemenhub untuk diperbaiki untuk diserahkan kembali agar menjawab harapan masyarakat di wilayah pulau-pulau. βApakah itu tidak bisa ditarik lagi ke Kementerian kemudian dibenahi, diperbaiki.
Karena manajemen dari perusahaan yang mengelola itu kurang baik, apakah bisa diberikan kepada SBT yang lebih kofisol yang mengelola, sehingga harapan masyarakat dari Bula ke Geser, ke Manawoko, ke Pulau Panjang, ke Gorom, Teor, Kesuy terjawab,β ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, Anos juga menyampaikan kendala pengelolaan KMP di Kabupaten Buru Selatan [Bursel], Seram Bagian Barat [SBT] dan Kepulauan Aru. Koordinator Wilayah Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar ini mendorong Kemenhub agar KMP-KMP yang tidak bisa dikelola oleh Perusahaan Daerah [Perusda] untuk diserahkan ke PT.
Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan [ASDP] Cabang Ambon. βKami minta terhadap KMP-KMP yang tidak bisa dikelola oleh Perusahaan Daerah, kan itu disubsidi juga oleh Direktorat ini melalui Balai Pengelola Transportasi Darat [BPTD] Kelas II Maluku. Kalau dimungkinkan, serahkan saja ke ASDP kalau memang mereka tidak mampu mengelola.
Dengan begitu, ada penugasan,β pungkasnya. (AT-009)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
PMII Bursel Soroti Dugaan Pelanggaran Lingkungan Proyek RSUD Salim Alkatiri, Pemda Diminta Berani Bertindak
3 weeks ago
Irjen Kementerian Pertanian Tinjau Progres Program Cetak Sawah di Maluku, Dorong βPercepatan Tanam Musim Kedua Tahun 2026
3 weeks ago
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Dimulai dari BurseL, Bupati La Hamidi Ajak Warga Rawat Alam
1 month ago
Demokrat BurseL Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Tanam Pohon Kasuari di Pantai Waefusi
1 month agoRekomendasi Untuk Anda
SKK Migas β KKKS Pamalu Aktifkan EmpatΒ Unit Usaha Kreatif Pariwisata
KLH: Rugi Ekonomi karena Kebakaran Hutan Capai Rp18 Triliun
Pelepasan Kawasan Hutan Di Areal LNG Blok Masela, Kementrian Kehutanan Kunci Akhir
Danlanud Pattimura Hadiri Seminar Nasional Budaya Safety Keselamatan TerbangΒ