AmbonToday
Menu Utama

Kapolres BurseL Siapkan Bantuan Air Bersih Rutin, Ajak Pemda dan Pemuda Atasi Dampak Kekeringan

N

Oleh: Nardo

Tuesday, 20 October 2026 | 13:05 WIT

Bagikan:
Kapolres BurseL Siapkan Bantuan Air Bersih Rutin, Ajak Pemda dan Pemuda Atasi Dampak Kekeringan

Kapolres Bursel Siapkan Bantuan Air Bersih Rutin, Ajak Pemda dan Pemuda Atasi Dampak Kekeringan

 

BURSEL, AmbonToday. Com — Kapolres Buru Selatan, AKBP Andi P. Lorena, S.

I. K., M. H., menginisiasi langkah penanganan dampak kemarau panjang dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air, khususnya warga di kawasan dataran tinggi Kabupaten Buru Selatan.

 

Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi kekeringan yang menyebabkan sejumlah sumber air mengering serta berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Selain kesulitan memperoleh air bersih, sebagian warga juga menghadapi ancaman krisis pangan akibat lahan perkebunan yang terbakar.

 

Pada Selasa (20/10/2026), Kapolres Buru Selatan bersama sejumlah pejabat Polres turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Dusun Walafau, Desa Wamkana, Kecamatan Namrole.

 

Berdasarkan pantauan AmbonToday. Com, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Kapolres Buru Selatan, AKBP Andi P. Lorena, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan langkah mitigasi jangka pendek untuk mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terhadap kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat.

 

“Yang sangat diperlukan masyarakat saat ini adalah air bersih. Kondisi ini dapat berdampak terhadap kesehatan dan ketersediaan pangan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dataran tinggi,” kata Lorena kepada awak media.

 

Menurutnya, meskipun kebutuhan air untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sejumlah lokasi masih dapat dipenuhi, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan rumah tangga lainnya menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.

 

Ia menegaskan, langkah penyaluran bantuan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

 

“Kami tidak ingin saudara-saudara kita di atas mengalami kesulitan berkepanjangan. Walaupun bantuan yang diberikan belum seberapa, setidaknya ada perhatian dan kepedulian dari Polres Buru Selatan kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Untuk memperluas jangkauan bantuan, Polres Buru Selatan berupaya memanfaatkan kendaraan dinas, termasuk kendaraan jenis double cabin, untuk mengangkut dan mendistribusikan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

 

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain Walafau, Waksinan, dan kawasan Kilometer 5. Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian karena sebagian masyarakat yang bermukim di dataran tinggi harus menempuh perjalanan naik dan turun perbukitan untuk memperoleh air.

 

Kapolres menjelaskan, kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika sumber air mulai mengering akibat kemarau panjang.

 

Karena itu, Polres Buru Selatan berupaya menghadirkan bantuan secara langsung agar warga tidak terus-menerus menanggung kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

 

Terkait keberlanjutan bantuan, Polres Buru Selatan diharapkan dapat melakukan distribusi air bersih secara rutin kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, ketersediaan air, dan kemampuan sarana pendukung. Kepastian mengenai jadwal dan frekuensi penyaluran selanjutnya perlu dikonfirmasi kepada Kapolres.

 

Ajak Pemuda dan Pemerintah Daerah Bersinergi

 

Kapolres Buru Selatan juga mengajak kalangan pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk bersama-sama mengambil bagian dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan serta dampak kekeringan.

 

Menurutnya, persoalan air bersih dan pangan tidak dapat diselesaikan hanya melalui bantuan darurat. Diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk merumuskan program pemulihan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka menengah maupun jangka panjang.

 

“Kami berharap ada pemulihan dan perhatian bersama, termasuk dari pemerintah daerah. Kita perlu duduk bersama untuk menyusun program yang tepat sasaran bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih maupun pangan,” katanya.

 

Ia berharap kepedulian yang ditunjukkan Polres Buru Selatan dapat mendorong munculnya gerakan sosial dari kalangan pemuda dan organisasi lainnya untuk membantu masyarakat yang terdampak.

 

Selain kekurangan air bersih, kondisi pangan warga juga menjadi perhatian. Persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan perkebunan dilaporkan terbakar sehingga mengganggu aktivitas pertanian dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

 

Situasi tersebut membutuhkan penanganan terpadu agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya dan mengurangi risiko dampak sosial maupun ekonomi akibat kemarau panjang.

 

Di tengah kondisi cuaca kering, Kapolres Buru Selatan turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

 

Melalui Bhabinkamtibmas dan tim yang dibentuk, Polres Buru Selatan telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk melalui kegiatan gotong royong di lingkungan permukiman dan perkebunan.

 

Salah satu upaya yang ditekankan adalah membuat batas atau sekat antara kawasan permukiman dan kebun. Langkah tersebut bertujuan mencegah api merambat ke rumah warga apabila terjadi kebakaran di lahan perkebunan.

 

Selain itu, masyarakat yang melakukan pembakaran untuk membersihkan kebun atau lahan diimbau agar tidak meninggalkan api sebelum benar-benar padam.

Kapolres menjelaskan, praktik pembukaan atau pembersihan kebun yang dilakukan masyarakat harus disertai pengawasan ketat dan langkah pengamanan agar tidak memicu kebakaran yang lebih luas.

“Kami mengimbau masyarakat agar ketika melakukan pembakaran untuk membersihkan kebun, harus ditunggu sampai benar-benar selesai dan padam. Jangan sampai ditinggalkan karena dapat menimbulkan kebakaran yang merambat ke wilayah lain,” tegasnya.

Masyarakat juga didorong melakukan gotong royong membersihkan sampah dan semak belukar di sekitar permukiman. Apabila pembakaran diperlukan, pelaksanaannya harus dilakukan secara aman, terkendali, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres berharap upaya penyaluran air bersih, pencegahan kebakaran, dan peningkatan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, kelompok pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok tani.

Dengan sinergi tersebut, penanganan kekeringan diharapkan tidak berhenti pada bantuan sementara, tetapi juga mendorong penyusunan solusi yang lebih berkelanjutan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih, pemulihan lahan pertanian, dan perlindungan masyarakat dari risiko kebakaran.

Polres Buru Selatan berharap masyarakat yang terdampak dapat segera memperoleh bantuan sesuai kebutuhan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca kering yang berpotensi berlangsung lebih lama.

[ Nar'Mar ]

.

👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

đŸ’Ŧ 0 Komentar

📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!