KKN UNPATTI Tertunda, Mahasiswa Kecewa dan Desak Rektor Segera Evaluasi
Ambon today. com_AMBON, MALUKU — Penundaan keberangkatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon ke Rumahkay, Tomalehu, dan Tala akibat anggaran yang belum tersedia menuai kekecewaan. Mahasiswa menilai persoalan ini mencerminkan lemahnya kesiapan dan transparansi pengelolaan KKN.
Berdasarkan pengumuman Pengelola KKN, keberangkatan yang sebelumnya ditunda dijanjikan berlangsung pada Senin atau Selasa pekan berikutnya. Namun, hingga Senin (19/10/2026), mahasiswa mengaku belum menerima informasi yang jelas mengenai kepastian keberangkatan.
Seorang mahasiswa Fakultas Hukum berinisial TY mengungkapkan bahwa mahasiswa telah membayar biaya KKN sebesar Rp750.000, ditambah patungan Rp200.000 untuk kebutuhan program kerja. Kondisi ini dinilai semakin membebani mahasiswa dan orang tua yang telah bersusah payah membiayai pendidikan.
Mahasiswa juga mengeluhkan persoalan biaya transportasi, termasuk adanya mahasiswa yang mengaku harus mencari dana sendiri untuk membeli tiket keberangkatan.
“Kami merasa dirugikan karena tidak ada kepastian informasi. Kami mempertanyakan transparansi pengelolaan KKN, sementara biaya sudah dibayarkan dan jadwal keberangkatan terus tertunda,” demikian inti keluhan mahasiswa.
MAHASISWA DESAK REKTOR BERTINDAK
Atas kondisi tersebut, mahasiswa mendesak Rektor UNPATTI segera mengevaluasi Pengelola KKN, terutama terkait kesiapan anggaran, transparansi pembiayaan, kepastian jadwal, dan penyaluran biaya transportasi.
Mereka meminta pihak kampus memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab keterlambatan anggaran serta langkah konkret agar mahasiswa tidak terus menanggung ketidakpastian dan biaya tambahan.
Mahasiswa menegaskan, KKN merupakan bagian dari kewajiban akademik yang harus dikelola secara terencana dan bertanggung jawab, bukan justru membebani mahasiswa akibat ketidakjelasan administrasi.
Hingga berita ini diterbitkan, penjelasan resmi dari Rektorat UNPATTI maupun Pengelola KKN terkait keterlambatan anggaran dan kepastian keberangkatan masih diperlukan. Pihak kampus diharapkan segera memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak semakin menurunkan kepercayaan mahasiswa terhadap pelayanan universitas.( O. l)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Gedung FISIP UNPATTI Diduga Mangkrak, Mahasiswa Bakar Ban Bekas di Depan Rektorat, Desak Rektor dan PPK Bertanggung Jawab
2 hours ago
Dugaan Korupsi Proyek Gedung FISIP UNPATTI Ambon, Alumni dan Mahasiswa Demo di Rektorat, Desak Rektor Evaluasi Pejabat Kampus
2 days ago
Aliansi Mahasiswa Buru Selatan Geruduk Polda Maluku dan DPRD Provinsi, Desak Kapolres Dicopot Dan Diproses
3 days ago
Dugaan Korupsi Di Fisip UNPATTI Ambon, Alumni Desak Rektor Jangan Diam
6 days agoRekomendasi Untuk Anda
DPRD Dukung Polisi Ringkus Provokator Insiden Wakal-HituΒ
Paparan 100 Hari Kerja Bupati Dan Wakil Bupati KKT, Ini Capainnya