Maspaitella Dan Sapulette Bersaing Rebut Ketua Sinode GPM
Keduanya lolos menjadi calon setelah mengantongi suara diatas 50 dari 274 suara peserta biasa sidang ke-38 Sinode GPM. Dimana Pendeta Elifas meraih 143 suara dan Pendeta Cak Sapulette memperoleh 52 suara. Selanjutnya dari pantauan tim, baik Maspaitella yang adalah Sekretaris Umum MPH Sinode GPM periode 2015-2020 dan Sapulette yang saat ini melayani sebagai ketua Klasis Pulau Ambon Timur diuji oleh panitia pemilihan berdasarkan kriteria dan tata cara pemilihan.
Sebelumnya pada tahap pemilihan bakal calon, selain Maspaitella dan Sapulette terdapat nama Pendeta Y Lorwens yang mengantongi 3 suara, Pendeta Ferry Nahusona 17 suara, Pendeta Sonny Hetharia 32 suara, Pendeta Nick Sedubun 1 suara, Pendeta C Tamaela 1 suara. Sedangkan 3 suara tidak sah. "Surat suara tidak sah yaitu 3 karena tertulis lima calon ketua Sinode.
Hasil pemilihan bakal calon, terdapat dua nama yang lolos sebagai calon ketua umum MPH Sinode GPM dan akan diuji dengan kriteria yaitu Pendeta Elifas Maspaitella dan Pendeta Cak Sapulette," tandas Ketua Panitia Pemilihan Jafet Damamain. (AT/pait)
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin Tumbang
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
3 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
3 months ago
LPKA Ambon Perkuat Komitmen sebagai Lembaga Ramah Anak Melalui Pengukuran Standar LPKRA
3 months agoRekomendasi Untuk Anda
DPRD Maluku Tetapkan Perda Disabilitas
Telkomsel Hadirkan paket Kuota Belajar 10 GB Senilai Rp 10
Maluku Go Global, Perikanan dan Rempah Jadi Magnet Investasi
Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Kenalkan Solar Panel dan Hidroponik
Hadiri peresmian dan pentahbisan gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil, Gubernur Maluku: Jadikanlah Sebagai “Laboratorium Kasih”