AmbonToday
Menu Utama
Ad 1/2

Pembahasan APBDes Perubahan Desa Alusi Bukjalim Berujung Ricu, Ada Apa Dengan Kades dan Keluarga

L

Oleh: Lamberth Tatang

Friday, 18 September 2026 | 12:35 WIT

Bagikan:
Pembahasan APBDes Perubahan Desa Alusi Bukjalim Berujung Ricu, Ada Apa Dengan Kades dan Keluarga

Saumlaki, ambontoday. com —  Proses pembahasan APBDes Perubahan Desa Alusi Bukjalim berkunjung ricu, akibat panduan atau dokumen penunjang untuk pembahasan tidak disiapkan pihak Pemerintah Desa, mengakibatkan munculnya protes dari peserta rapat. 

Kepala Desa (Kades) Yosep Angwarmas dinilai tidak transparan dalam pengelolaan APBDes, sehingga proses pembahasan APBDes perubahan tidak disertai dokumen penunjang, dalam proses pembahasan timbul perselisihan pendapat antara Pemdes dan peserta rapat. 

Kepada ambontoday. com, Keterina Bothmir Ketua RT 01/RW 01, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa, (15/9/2026).

Ketika dirinya meminta panduan pembahasan APBDes perubahan, respon kades sangat melenceng dari kapasitasnya sebagai kades.
 
"Anda tidak memiliki kewenangan untuk meminta panduan pembahasan APBDes," demikian pernyataan yang dikutip Keterina dari Kepala Desa.
 
Pernyataan itu menjadi pemicu perdebatan yang memanas di forum. Keterina dan peserta lainnya menilai dokumen panduan sangat penting agar pembahasan berjalan sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta menjamin transparansi penggunaan pengelolaan APBDes. 

Hal itu sangat penting dalam penyelenggaraan keuangan negara, karena acuan APBDes sangat menunjang lahirnya RAPBDes perubahan untuk di bahas, bulannya membahasa sesuatu yang dianggap kosong dan gelap. 
 
Istri Kades Agnes Metintomwat, dan keluarga kades usai rapat langsung mendatangi rumah Keterina, disanalah terjadi adut mulut, saling menghujat hingga sampai pelemparan rumah milik Keterina. 

Tindakan ini, seakan menutupi kebusukan Kades dalam proses pengelolaan keuangan Desa, bagitu juga pihak Pemdes lainnya, karena ada juga kaur umum
 
Bukan saja keluarga Kades dan istrinya, turut terlibat juga, Imelda Nanaryain yang merupakan pegawai PDAM Saumlaki, entah gerangan dirinya turut terlibat dalam persolan yang semestinya titik kesalahannya ada di pihak Kades dan Pemdes. Ini tindakan anarkis sekaligus mengintimidasi masyarakat dalam berpendapat dan membantu Pemdes dalam pengelolaan keuangan Desa. 

Keterlibatan Imelda Nanaryain itu direspon langsung oleh Kabag Umum PDAM Rendi Lambiombir ketika dikonfirmasi di ruang kernya Kamis, (17/9/2026) katakan, pihaknya akan memanggil Imelda untuk dimintai penjelasan atas keterlibatannya dalam persoalan yang terjadi di Desa Alusi Bukjalim. 

"Jika yang bersangkutan dinyatakan salah dalam tindakannya akan kami tidak tegas atau beri sanksi keras," kata Remsi.

Pihaknya akan tetap pada aturan dan mekanisme kantor, mengingat Imelda benar pegawai PDAM, Ia akan dibina lebi baik lagi ketika ada dimasyarakat ketika bertindak atau melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau khalayak umum.

Terhadap persolan ini pihak Camat, Inspektorat, maupun pihak Aparat Penegakan Hukum (APH), agar dapat merespon hal ini secara cepat dan bijak, jangan sampai terjadi hal lain yang tidak diinginkan bersama terjadi, akan lebih memperkeruh kestabilan kamtibmas di Desa Alusi Bukjalim. (AT/BN) 

👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

đŸ’Ŧ 0 Komentar

📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!

Topik Terkait: Kab.KKT AmbonToday