Perang Kognitif Lawan Hoax, Wali Kota, Pemuda Diminta Waspada
Menurut Wattimena, pesatnya perkembangan teknologi digital telah memunculkan berbagai ancaman baru, seperti penyebaran hoaks, propaganda digital, ujaran kebencian, radikalisme, intoleransi, hingga maraknya judi online, pinjaman online ilegal, dan kecanduan gim daring yang berpotensi melemahkan karakter generasi muda. βPerang hari ini bukan hanya menggunakan senjata, tetapi juga melalui informasi yang memengaruhi cara berpikir, keyakinan, bahkan perilaku masyarakat. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi,β tegasnya.
Ia menekankan, literasi digital menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan bangsa. Generasi muda diharapkan mampu membedakan fakta dan opini, menolak informasi palsu, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah berharap kesadaran bela negara di kalangan pelajar dan mahasiswa semakin meningkat sehingga mampu menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman nonmiliter di era digital menuju Indonesia Emas 2045. (AT/OM)
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Penggalian C Diduga Ilegal di Proyek RSUD Bursel, Diduga Keluarga Bupati Terlibat
3 weeks ago
Jubir Pemkot Ambon: Penanganan Korban Pohon Tumbang April 2026 Dilakukan Sesuai Mekanisme
3 weeks ago
Semarak HUT ke-81 RI, SD Negeri 257 Suli Gelar Sembilan Mata Lomba Libatkan Siswa Kelas 1-6
3 weeks ago
Lomba Ukulele Sirimau, Ely Toisutta: Musik Perkuat Identitas Ambon Sebagai City of Music
4 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Bulog Jamin Stok Beras Jelang Idul Fitri di Tengah Pandemi COVID-19 Aman dan Tercukupi