BI Maluku Bersinergis Gelar Diseminasi KEKR

Tidak ada komentar 53 views

AMBON, Ambontoday.com– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) Provinsi Maluku bersinergi dengan Dirjen Perbendaharaan dan Otoritas Jasa Keuangan Maluku menggelar Diseminasi Kajian Ekonomi Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Maluku.

Kepala KPw BI Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi mengatakan, tujuan dari pada diseminasi ini adalah melaksanakan fungsi advisory kebijakan atau rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah dalam rangka mendukung pengendalian inflasi, serta pengembangan ekonomi dan keuangan daerah.

“Salah satu produk pokok dan tugas tersebut adalah buku KEKR yang diterbitkan secara triwulan sebagai upaya mengkomunikasikan hasil asesmen perkembangan ekonomi dan keuangan terkini,” katanya saat memberikan sambutan dan Materi di Hotel Santika, Ambon, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan BI Maluku mencakup 4 aspek yaitu perkembangan ekonomi global, perkembangan ekonomi domestik, perkembangan ekonomi Maluku, serta rekomendasi dalam rangka peningkatan devisa untuk mengurangi devifit transaksi berjalan melalui perkembangan pariwisata Maluku dengan target khususnya wisatawan mancanegara.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Maluku tahun 2018 juga ditopang LU administrasi pemerintahan seiring meningkatnya reaksi belanja APBD yang mencapai 90,25 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 82,36 persen, sedangkan realisasi belanja APBD mencapai 95,55 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 sebesar 93,61 persen.

“Tingginya realisasi tersebut didorong oleh komitmen pemda dalam penyelesaian beberapa proyek infrastruktur seperti jembatan wear arafura, pelabuhan Lantamal serta pembangunan jalan trans Maluku dan pengembangan Bandara Pattimura. Tingginya realisasi tersebut juga didorong pelaksanaan Pilkada serentak dan beberapa ivent besar di Kota Ambon,” akuinya.

Sementara itu, Lanjutnya, inflasi Maluku pada tahun 2018 tercatat sebesar 3,35 persen, meningkat dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 0,78 persen. Inflasi Maluku sepanjang tahun 2018 disebabkan oleh kelompak transpor, komunikasi dan jasa keuangan, utama karena peningkatan harga tiket angkutan udara yang terjadi pada triwulan IV tahun 2018.

“Kinerja perbankan Maluku pada tahun 2018 sedikit menurun, seiring dengan menurunnya kinerja DPK dan kredit. Pertumbuhan DPK dan Kredit pada tahun 2018 tercatat masing-masing sebesar 3,41 persen dan 11,11 persen, lebih rendah dari pada tahun 2017 sebesar 5,66 persen dan 14,96 persen,” paparnya.

Selain itu, risiko kredit perbankan juga meningkat yang tercermin dari meningkatnya NPL dari 1,37 persen pada tahun 2017 menjadi 1,60 persen pada tahun 2018. Namun, kenaikan NPL tersebut masih di bawah batas 5 persen. Turunnya kinerja kredit perbankan disebabkan oleh turunnya pertumbuhan kredit konsumsi, sedangkan penurunan DPK disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan tabungan dan deposito.

“Pada triwulan IV 2018, uang tunai mengalami net out flow sebesar Rp. 859 Miliar. Hal ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan terhadap uang tunai seiring pelaksanaan kegiatan berskala di Maluku seperti Pesparani dan lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam upaya memperbaiki current account defict, Bank Indonesia Maluku memaparkan rekomendasi pengembangan pariwisata di Maluku. Beberapa rekomendasi yang diberikan adalah integrated tourism, mendorong digital tourism, penguatan kelembagaan, mendorong industri kreatif serta peningkatan aksebilitas udara.

Pada kesempatan yang sama, Dalam Sambutan Sekretaris  Provinsi Maluku yang dibacakan oleh Staf Hali Bidang, Rony Tairas mengatakan, kegiatan yang digelar oleh BI Maluku dapat memberikan pemahaman dan informasi sehingga timbulnya kesadaran untuk menerima dan akhirnya memanfaatkannya bagi pembangunan Maluku ke depan.

“Intinya, kegiatan ini adalah proses penyebaran informasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola berdasarkan data-data yang valid dan terukur secara kuantitatif,” katanya. (AT-011)

Jadilah Orang Pertama share:
author