BKKbN Gelar Sosialisasi Program KKBPK

Ambon, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKbN) melalui Bina Kesejahteraan Keluarga Berencana Daerah (BKKbD) Kota Ambon menggelar Sosialisasi Program Kependukan Keluarga Berncana dan Pbangunan Keluarga (KKBPK), yang berlanhsung di Kantor Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (16/12/2017).

Terdapat 15 Provinsi Prioritas di Indonesia yang melakukan program ini termasuk Kota Ambon. Kota Ambon dipilih karena dengan letak geografis sangat khas kepulauan.

“Provinsi Maluku khususnya Kota Ambon yang menonjol dari ciri kepulauannya,” ungkap Direktur Bina dan Antar Lembaga BKKbN RI, Ari Kudadi kepada Ambontoday.com usai kegiatan.

Diakui, dengan masyarakat yang banyak maka Provinsi Maluku dijadikan program sosialisasi KKBPK di Maluku sebagai adalah satu provinsi yang berprioritas di Indonesia.

“Buktinya kunjungan Ketua Komisi IX DPR RI yakni Dedy Yusuf secara langsung meninjau perkembangan Program Kampung KB di Negeri Batu Merah, Beliau kaget dengan begitu majunya program kampung KB tersebut,” ungkapnya.

Diakui, yang namanya kampung KB bukan miliknya BKKbn tapi BKKBd Kota, jadi seluruh dinas turut mengambil bagian dalam perkembangan dan pembangunan progran kampung KB.

“Dari dinas sosial untuk mendata, dinas kesehatan dengan MCKnya untuk menggarap kekurangan yang ada di negeri Batu Merah,” cetusnya.

Dia berharap, masyarakat dapat mengerti tentang program pembangunan yang di isi dengan program-program bina keluarga balita dan lainnya, agar masyarakat Indonesia khususnya anak -anak di Negeri Batu Merah bisa unggul menjadi anak-anak yang cerdas dan berkualitas.

Ditambahkan, tahun 2018 harus 50 persen desa -desa memiliki kampung KB. “Untuk sekarang hanya 50 persen karena kita belum mampu, dan nantinya target 100 persen di akhitlr tahun 2019,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ambon, Marthin Kailuhu menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk penguatan program kampung KB di Negeri Batu Merah.

“Para kader dapat termotifasi untuk melaksanakan program kependudykan KB secara bersama-sama,” katanya.

Selain itu, lanjut mengakui, kampung KB menjadi fokus untuk dapat melihat perkembangan dan perubahan yang terjadi saat program ini dijalankan di desa-desa.

“Jadi sementara ini Kota Ambon sudah memiliki lima kampus KB yang akan kita fokuskan secara bersama bagi perkambang dan perubahannya,” tuturnya.

Diakui, Kota Ambon memiliki target 30 persen tahun 2018 dari jumlah desa yang ada di lima Kecamatan. “Jadi Kota Ambon akan tambah lima desa untuk progran kampung KB di lima kecamatan, kita mau tambah sepuluh tapi harus memilih kawasan-kawasan yang butuh intervensi,” paparnya.

Selanjutnya, Sekertaris Negeri Batu Merah, M. Arlis mewakili Pejabat Negeri Batu Merah mengakui, Program kampung KB yang diwadahi oleh Kanwil BKKbN dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ambon sungguh menjadi solusi pengentasan persoalan keluarga dan kependudukan.

“Pemerintah Negeri tidak mampu bertanggung jawab menyelesaikan permasalah keluarga dan kependudukan secara sendiri, maka dengan tompangan tangan kader posyandu yang menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat di lingungan sangat dibutuhkan,” ungkapnya

Untuk itu, diharapkan, partisipasi penuh dari masyarakat khususnya para kader untuk meeubah mainset masyarakat tentang pentinganya merencanakan keluarga berencana. (AT-009)

author