Ambon,Ambontoday.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku menggelar sosialisasi stunting di 14 desa di Kota Ambon.

Pernyataan ini diakui Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Sarles Brabar kepada media ini di Ambon, Rabu (8/12/2021).

Menurutnya, pihaknya melakukan kolaborasi dengan narasumber baik dari provinsi maupun dinas kesehatan Kota Ambon serta OPD KB Kota Ambon.

“Kita melakukan kolaborasi informasi penguatan 1000 hari pertama kehidupan dan juga berorientasi pada masalah stanting,” katanya.

Untuk itu para kader maupun keluarga yang berbasis ibu rumah tangga dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas akan mengantisipasi masalah gizi buruk dan stanting.

“Ini kan masalah gizi sehingga kita mulai sasarannya untuk ibu hamil, gadis remaja dan juga kepada ibu yang sedang menyusui. Kita  melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah terutama pada desa dan kelurahan,” paparnya.

Oleh karena itu mari bersama-sama memperhatikan hal ini karena nantinya kita akan lebih konsentrasi pada Tahun 2022 .

Kedepan, kita akan lebih mengedukasi kepada masyarakat akan informasi, sehingga untuk mengantisipasi masalah stanting tidak terabaikan. Oleh karena itu, kita lebih konsentrasi untuk beredukasi agar kedepannya kita bisa berkolaborasi dengan institusi- institusi yang lain terutama di akademisi dan komunitas baik di tingkat provinsi kabupaten/kota.

“Tingkatan competent dan tingkatan pendekatan bisa melalui berbagai kelebihan-kelebihan yang kita miliki untuk menguatkan masyarakat terutama di Provinsi Maluku,” ucapnya.

Ia berharap, nantinya angka Stanting itu mulai berkurang, karena saat ini sudah mencapai 30%. “Kita usahakan bisa turun pada tingkat provinsi dan kabupaten di Maluku,” jelasnya. (AT-010).

 

Print Friendly, PDF & Email