Attamimi Minta Assagaff Lanjutkan Janji Ralahalu Soal Tanah Eigendom

Ambontoday.com, Ambon.- Gubernur Maluku, Ir.Said Assagaff diminta menindaklanjuti persetujuan mantan Gubernur sebelumnya, Karel Albert Ralahalu terkait bedah kasus Riwayat Kepemilikan Sampai Pada Hibah Tanah Eigendom Verponding Nomor 986, 987 dan 988 yang sudah ditandatangani oleh mantan Gubernur sejak 2010 dan ditujukan kepada Biro Hukum Pemprov Maluku saat itu.

Hal ini disampaikan Direktur PT.Maluku Membangun, Lutfi Attamimi sebagai ahli waris dari pemilik awal Njimas Sitti Aminah (Ossa).

Bedah kasus ini dimaksudkan untuk membuka tabir kebenaran mengenai pemilik sebenarnya dari 3 potong tanah Eigendom Verponding yang selama ini sudah dimanipulasi lewat penerbitan sejumlah sertifikat tumpang tindih yang dikeluarkan BPN Kota ambon.

“Persetujuan bedah kasus tersebut sudah disetujui oleh mantan Gubernur, Karel Albert Ralahalu yang ditujukan kepada Biro Hukum Pemprov Maluku tahun 2010, yang dibubuhi tandatangannya,” ungkap Attamimi.

Dirinya menjelaskan, asal muasal kepemilikan Tanah Eigendom Verponding di Maluku dimulai ketika, Njimas Entjeh Sitti Aminah (Ossa) bersama suaminya membeli beberapa bidang tanah dengan status Hak Milik (Eigendom) berdasarkan Overschrijvings Ordonnantie S. 1834-27, yang selanjutnya didaftarkan di kantor Overschrijvings Ambtenaar dan selanjutnya dimintakan pengesahan Raad van Justitie di Batavia pada tahun 1938.

Sesudah itu diumumkan dalam lembaran negara Belanda dan dicatat pula pada Lembaga Arsip Hindia Belanda (ARNAZ), kemudian setelah Indonesia merdeka, hak-hak ini telah dicatat pula pada Arsip Nasional RI (ANRI) di Jakarta meliputi, Eigendom Verponding Nomor 986, 987 dan 988, papar Lutfi.

Untuk itu, dirinya meminta Gubernur Maluku, Said Assagaff agar dapat menindaklanjuti janji mantan Gubernur sebelumnya agar dapat membentuk tim guna melakukan telaah dan bedah kasus tanah Eigendom dimaksud, sehingga ada kejelasan terkait kebenaran status tanah Eigendom yang selama ini sudah dimanipulasi lewat sejumlah sertifikat dan menguntungkan sejumlah pihak baik di pemerintahan maupun pengusaha yang memiliki banyak uang. (AT-008)

Jadilah Orang Pertama share:
author