13 Desa Ikuti Replikasi Perpustakaan Desa

Ambon, Ambontoday.com – Sebanyak 13 desa yang ada di kota Ambon mengikuti replikasi perpustakaan desa yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Ambon, Rabu (25/4/2018).

13 desa yang mengikuti replikasi tersebut berasal dari Kecamatan Leitimur Selatan, Kecamatan Teluk Ambon, Kecamatan Baguala dan Kecamatan Sirimau. “Untuk 25 perpustakaan kita mulai dengan 13 perpustakaan. kita mulai dengan 13 desa, 13 desa itu masing-masing itu ada desa di Kecamatan Leitimur Selatan, Teluk Ambon, Baguala dan Sirimau. sementara Nusaniwe punya satu Amahusu kemarin sudah jadi itu sudah termasuk lima,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon, Piet Pattiasina.

Replikasi perpustakaan yang dilaksanakan bertujuan untuk menularkan kesuksesan beberapa perpustakaan yang sebelumnya telah mencapai standar nasional kepada 13 perpustakaan yang ada di kota Ambon. Sehingga nantinya dapat sukses seperti perpustakaan yang sudah mencapai standar nasional. “Jadi replikasi ini maksudnya dari lima perpustakaan yang sudah go nasional dari berbagai-bagai kegiatan replikasi itu dan mereka itu sudah memiliki banyak kesusksesan nah itu mereka menularkan kepada desa-desa yang ada,” tuturnya.

Dia menambahkan, 13 perpustakaan desa yang mengikuti replikasi tersebut merupakan 13 desa dari 25 desa dengan perpustakaan yang belum sesukses lima perpustakaan desa yang telah berstandar nasional. Dengan begitu, melalui replikasi yang dilaksanakan 13 desa tersebut dapat mengembangkan perpustakaannya sehingga dapat go nasional seperti lima perpustakaan desa yang lain.

“25 desa itu. nanti 12 desa itu nantinya yang sisa itu coca cola foundation akan memberikan pelatihan karena mereka akan memberikan bantuan kepada desa-desa ada 25 desa yang mereka akan beri bantuan berupa komputer untuk perpustakaan online. masih dalam rencana entah itu 1 atau dua atau tiga itu nanti kita dengan coca cola foundation sendiri,” tambahnya.

Ia berharap, melalui replikasi yang ada perpustakaan desa dapat membantu masyarakat untuk lebih sadar membaca. “Harapan saya adalah paling pertama pa wawali katakan itu bisa berbanding lurus antara apa yang dilaksanakan dari lima desa sampai tingkat nasional bahkan internasional itu dia berbanding lurus, itu masyarakat bisa sadar untuk membaca,” terangnya.

Selain itu, untuk pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat masih rendah disetiap desa kecuali pada desa Batumerah. “Kalau untuk pemanfaatan perpustakaan ke masyarakat itu memang presentasenya masih sangat kecil. yang sudah memiliki kesadaran yang paling besar di lima desa itu dan khususnya di Batumerah itu sangat besar. salah satu perpustakaan yang terbaik karena itu sekian banyak di mereka itu yang sudah bisa dimanfaatkan oleh perpustakaan nasional untuk memberikan testimoni dan sebagainya kepada masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler menambahkan perpustakaan desa ada untuk membantu masyarakat untuk membuka wawasannya sehingga mampu berpikir kritis dan mampu untuk mencermati masalah bersama dan bersama-sama mencari solusinya.

“Hari ada 13 desa yang terpilih untuk replikasi perpustakaan desa kepada bapak ibu raja saya minta dukungan untuk pengembangan perpustakaan didesa masing-masing. pengembangan perpustakaan desa bukan untuk kepentingan walikota dan wakil walikota tapi adalah bagian dari tanggungjawab bersama kita untuk mengembangkan sumber daya manusia di kota Ambon,” jelasnya. (AT-011).

Jadilah Orang Pertama share:
author