Triwulan Kedua, Angka Pertumbuhan Kredit Maluku Diatas Nasional

AMBON, AMBONTODAY.COM– Triwulan II (Kedua) Tahun 2018 menunjukan angka pertumbuhan kredit Maluku diatas Nasional, yang mana komponen penyaluran kredit yang melambat terlihat pada pergerakan penyaluran sektor ekonomi komsumtif. Hal ini disampaiakn oleh Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Bambang Hermanto kepada awak media pada kegiatan Media Update di Hotel Pasific, Jumat (3/8/2018).

Menurutnya, pergerakan penyaluran sektor ekonomi komsumtif yaitu sektor bukan lapangan usaha lainnya dari sebesar Rp. 461,62 Miliar atau 15,71 persen pada triwulan I 2018 menjadi sebesar Rp. 341,98 Miliar atau 11,12 persen pada triwulan II 2018, untuk pemilihan peralatan rumah tangga lainnya sebesar Rp 21,90 Miliar atau 42,23 persen.

“Meskipun demikian penyaluran kredit triwulan II tersebut dipandang masih memnggembirakan dan menunjukan perbankan di Maluku mampu melaksanakan fungsi intermediasinya dengan baik karena beberapa sektor ekonomi produktif menunjukan akselerasi pertumbuhan yaitu pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar Rp. 68,55 Miliar atau 47,53 persen menjadi Rp. 72,38 Miliar atau 48,18 persen, sektor perikanan dari sebesar Rp. 13,43 Miliar atau 20,70 persen, menjadi Rp. 15,34 Miliar atau 22,91 persen dan sektor konstruksi dari minus Rp. 10,51 Miliar atau -4,45 persen menjadi sebesar rP. 38,52 Miliar atau 15,12 persen,” jelas Hermanto.

Ia mengatakan, ada industri jasa keuangan lainnya yang mencatat pertumbuhan menggembirakan adalah Perusahaan Pembiayaan yang mampu mencetak angka pertumbuhan pembiayaan sebesar 16,22% (yoy) atau meningkat senilai Rp84,38 Miliar menjadi Rp. 604.601 Miliar.

“Baik perbankan maupun perusahaan pembiayaan mampu menjaga kualitas kredit atau pembiayaan yang tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) atau rasio Non Performing Financing (NPF) masing-masing 1,25% dan 1,31% jauh lebih baik dibandingkan data nasional yang mencatat NPL perbankan sebesar 2,75% dan NPF Perusahaan Pembiayaan sebesar 3,15%,” akuinya.

Oleh karena itu, OJK memproyeksikan Kinerja Perbankan di Provinsi Maluku akan tetap meningkat pada triwulan III 2018, dikarenakan ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 83,87% pada triwulan II tahun 2018.

“Dari Kondisi tersebut memberikan keyakinan secara umum perbankan di Maluku mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi kredit pada triwulan III tahun 2018” Ungkap Hermanto.

Lanjut Hermanto, dapat diketahui kredit konsumtif masih menjadi prioritas dalam penyaluran kredit di Maluku, terlihat dari komposisi portofolio penyaluran kredit per sektor masih didominasi pada sektor rumah tangga – kredit konsumtif (69,19 persen) dan sektor Perdagangan Besar dan Eceran (20,26 persen) dan sektor konstruksi (2,50 persen) dari total kredit. (AT-009)

Jadilah Orang Pertama share:
author