Beradaptasi dan Berinovasi di Era Revolusi 4.0, OJK Maluku Gelar Seminar

AMBON, Ambontoday.com- Guna meningkatkan efesiensi dan efektivitas seluruh pimpinan Lembaga Jasa Keuangan yang berada di wilayah Provinsi Maluku, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar seminar program yang bertema Beradaptasi dan Berinovasi di Era Revolusi Industri 4.0.

“Revolusi Industri 4.0 atau revolusi industri keempat merupakan perkembangan industri yang
ditandai dengan penggunaan teknologi yang menghilangkan batasan-batasan fisik, digital dan biologi, dan ditandai dengan kemajuan teknologi dalam berbagai bidang,” kata Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Bambang Hermanto dalam sambutannya di Hotel Santika Ambon, Senin (17/12/18).

Menurutnya, Penggunaan teknologi
yang dimaksudkan adalah seperti penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI), robot, blockchain, teknologi nano, komputer kuantum, bioteknologi dan kendaraan tanpa awak.

Selain itu, revolusi industri 4.0 dibarengi dengan teknologi disruptif, yakni inovasi terbaru yang dapat membantu menciptakan pasar
yang baru, namun dapat mengganggu atau bahkan merusak pasar yang sudah ada sebelumnya.

Hal ini tentu saja menjadi ancaman bagi perusahaan-perusahaan incumbent. Di era ini, besarnya perusahaan tidak menjadi jaminan untuk bisa bertahan, namun bagaimana perusahaan dapat menjawab kebutuhan pasar dengan cepat dan tepat sasaran.

“Salah satu contoh yang bisa kita lihat adalah transportasi berbasis online yang saat ini mengalahkan
dominasi perusahaan taksi atau juga semakin banyak orang yang melakukan belanja onlinemelalui web dibandingkan dengan beberapa tahun lalu saat orang memilih untuk mendatangi toko dan membeli langsung kebutuhannya,” akui Hermanto.

Oleh karena itu, Industri Jasa Keuangan (IJK) mau tidak mau akan terdampak juga dengan revolusi industri 4.0 yang
saat ini terjadi. Ada peluang sekaligus tantangan bagi IJK yang harus diantisipasi dengan baik,
terutama setelah Pemerintah RI meresmikan roadmap Making Indonesia 4.0.

“Revolusi Industri 4.0 menimbulkan peluang dan tentangan besar bagi Industri Jasa Keuangan, dimana harus bersiap dan mengantisipasi semua perkembangan dan perubahan yang ada, sebab dengan adanya revolusi industri 4.0 maka akan menghasilkan peningkatan efisiensi,
penurunan biaya produksi dan perbaikan produksi,” Ungkapnya.

Lanjutnya, IJK harus terus mengintensifkan pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya dalam rangka efisiensi namun juga karena
tuntutan masyarakat yang menghendaki proses transaksi yang semakin mudah dan efisien.

“Disisi lain tenaga profesional di IJK harus mulai menyiapkan diri terhadap potensi berkurangnya
profesi karena perkembangan teknologi digital.” paparnya.

Tak hanya itu, Ia mengakui, Financial Technology (Fintech) merupakan bukti
revolusi industri 4.0 telah merambah ke IJK, dimana masyarakat bisa melakukan berbagai transaksi keuangan, mulai dari transfer dana, investasi hingga melakukan pinjaman dana
melalui gadget.

Hal ini tentu saja baik karena semakin membuka akses masyarakat terhadap
layanan jasa keuangan. Namun demikian, masyarakat juga harus cerdas memilih dan menggunakan jasa keuangan berbasis teknologi, minimal harus mengetahui risiko, kewajiban
dan biaya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sebagai regulator dan pengawas di Industri Jasa Keuangan, OJK telah mengeluarkan peraturan OJK nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan sebagai ketentuan yang memayungi pengawasan dan peraturan Fintech,” jelas Hermanto

Maka dengan itu semua, inovasi
keuangan digital perlu diarahkan agar menghasilkan inovasi yang bertanggungjawab, aman, mengedepankan perlindungan konsumen dan memiliki risiko yang terkelola dengan baik.

Ia menambahkan, Peraturan ini juga dikeluarkan sebagai upaya mendukung pelayanan keuangan yang inovatif,
cepat, murah, mudah dan luas serta untuk meningktakan inklusi keuangan, investasi, pembiayaan serta layanan jasa keuangan lainnya. (AT-009)



Jadilah Orang Pertama share:
author