Aksi Represif Kepolisian Dalam Aksi Damai GMKI Pada Kantor Gubernur Maluku

Ambon, ambontoday.com – Aksi Damai yang dilakukan GMKI Cabang Ambon Pada Selasa (19/3/2019) yang dilaksanakan Pada dua titik yakni kantor DPRD Provinsi Maluku & Kantor Gubernur Provinsi Maluku dengan tema : “Perjuangan Mengawal Regulasi Peraturan Daerah Untuk Legalkan Peredaran Sopi” Dinodai oleh tindakan Represif yang dilakukan Oleh Aparat Kepolisian.

Aksi Damai GMKI didasarkan pada Keputusan Organisasi yang mana telah didahulukan dengan Diskusi Ilmiah dan melakukan berbagai Kajian kritis untuk hal dimaksud. Dalam aksi ini juga GMKI Cabang Ambon telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Resmi telaah GMKI Cabang Ambon disampaikan kepada Polres Pulau Ambon P.P Lease, Aksi ini pun berlangsung Damai dan tidak ada tendensi GMKI untuk melakukan anarkisme dan upaya mengacaukan keamanan.

Pernyataan di.aksut, disampaiakan oleh Ketua Cabang GMKI Kota Ambon Almindes F Sauta kepada Ambontoday.com melalui Press relis.

Dikatakan juga Bahwa Tindakan Kepolisian yang tidak terpuji ini dilakukan secara Membabi-buta kepada Para Kader dan Badan Pengurus Cabang GMKI Ambon saat sedang menyuarakan orasinya di Kantor Gubernur Maluku. Hal ini bermula ketika peserta aksi menyampaikan aspirasinya di depan halaman kantor Gubernur Provinsi Maluku dan ketika orasi sementara dilakukan hingga ada permintaan Audiensi secara Terbuka Oleh Pihak GMKI Cabang Ambon untuk bertemu dengan PLH Gubernur Maluku namun yang mewakili dan ingin dilakukan mediasi oleh Pihak SATPOL PP Provinsi Maluku, namun permintaan tidak ditanggapi oleh Peserta Aksi.

“Kami inginkan kehadiran PLH Gubernur Maluku dikarenakan Masih ada Pada aktifitas Kantor.
Bahwa aksi mulai memanas ketika Pihak Kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya aksi mulai berdebat dengan GMKI, dikarenakan GMKI Meminta masuk Ruangan untuk beraudiensi dengan PLH Gubernur Maluku yang kunjung tak hadir bertemu dengan Peserta Aksi.

Puncaknya Aksi Represif secara Membabi-buta dan tidak berperikemanusiaan oleh Pihak Kepolisian ketika 1 unit truk Polisi lengkap dengan Anggota kepolisian di dalam truk tersebut memasuki Halaman Kantor Gubernur Maluku yang kemudian Pihak kepolisian secara Bergerombolan dan menuju masa Aksi yang sementara Melakukan Orasi dan menarik paksa salah satu kader GMKI lalu dimasukan Ke dalam Mobil truk polisi tanpa ada penjelasan apapun lebih lanjut dan awal mula terjadinya penangkapan diawali oleh pihak kepolisian yang dilakukan oleh kabid sabhara polres ambon AKP Syarifudin.

” Saya secara pribadi dan kelembagaan GMKI mengutuk oknum polisi memunculkan Masalah Tersebut, adapun aksi Keji dan arogan lainnya yang dilakukan Oleh Pihak kepolisian adalah pemukulan terhadap Kader-kader GMKI lainnya sehingga Para Kader GMKI mengalami Luka Memar serta berdarah” ujarnya.

Disampaikan juga, Pihak Polisi juga secara paksa melakukan Perampasan HP terhadap kader yg sementara mengambil video atas aksi kekerasan yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian kemudian menghapus Video tersebut.

“Ini aksi yang sangat tidak terpuji oleh para penegak huku kita, yakni pihkkepolisian” ulasnya.

Lanjunya, pihak kepolisian secara gamblang menganiyaya par kader Bahkan GMKI Secara institusi dihina dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian yakni Pelecehan Terhadap Simbol & Nilai Organisasi yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian adalah ditarik dan dikoyakan Kordon Organisasi GMKI yang Menempel di badan Fungsionaris BADAN PENGURUS CABANG GMKI AMBON hingga Putus. Yang dimana Simbol Tersebut adalah Penghargaan Tertinggi Kepada aparatur organisasi GMKI yang Menjalankan Tugas dan Tanggung jawab Organisatoris.

“Yang sangat sadis dan tidak manusiawi, pihak kepolisian melecehkan Organisasi kami GMKI. Terlebih lagi kebrutalan polisi kemudian mengancam peserta aksi akan di tembak dan pernyataan tersebut dikeluarkan oleh AKP Syarifudin, maka diduga keras profokatif dan dalang dari semua kejadian pada aksi kami adalah beliau, ironis lagi beberapa Kader GMKI kemudian ditarik dan diseret bagai binatang naik keatas Mobil dan dibawa ke Kantor Polres Pulau Ambon dan P.P. Lease” kesalnya.

Dari press lis tersebut adapun beberapa pernyataan sikap yang disampaikan yakni :
1. GMKI Cabang Ambon Mengecam Keras tindakan Represif dan anarkis yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian terhadap Kader GMKI Cabang Ambon;
2. GMKI Cabang Ambon Meminta Stop Tindakan Anarkis yang dilakukan dengan seenaknya Kepada Setiap Orang/organisasi Pemuda yang ingin Menyuarakan Aspirasi;
3. GMKI Cabang Ambon meminta kepada Kapolda Maluku untuk segera mengusut tuntas Kasus Kekerasan yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian yang tidak berperikemanusiaan tersebut;
4. GMKI Cabang Ambon meminta kepada Kapolda Maluku lewat Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, untuk mencopot jabatan Kasat Sabhara Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Syarifudin yang secara represif memerintahkan melakukan anarkisme terhadap Institusi Organisasi GMKI.

Dari berita ini ada juga video singkat tindakan anarkis yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap para aksi, bisah ditoton pada kolom Video. (AT – 027)

Jadilah Orang Pertama share:
author