Antisipasi Pengumuman Pemilu, Pemkot Gelar Rakor

Ambon, ambontoday.com – Antisipasi pengumuman hasil pemilu serentak yang akan jatuh pada tanggal 22 mei 2019, Pemerintah Kota Ambon menggekar Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Walikota Ambon bersama RT/RW, Kepala Desa, Raja se-Kota Ambon, yang berlangsung di Maluku City Mall-Tantui Ambon, Selasa (21/5).

Rakor tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya undangan terbuka untuk mengikuti people power.

“Kita rapat ini juga untuk mengantisipasi ada undangan terbuka dari kelompok yang merasa tidak puas,” ujarnya.

Menurutnya, undangan terbuka dari kelompok yang tidak puas dapat disampaikan kepada masyarakat tapi masyarakat harus tetap tenang dalam berpikir dan tidak perlu hadir pada undangan tersebut.

“Silahkan saja itu disampaikan secara proposional tapi selaku ujung tombak pemerintahan saya betul menghimbau supaya masyarakat tetap tenang tidak terpancing dengan situasi yang ada. tetap beratifitas dan tidak perlu hadir di undangan seperti itu dan tenang dalam cara berpikir,” tutur Louhenapessy.

Dan untuk mengantisipasi hal tersebut, rapat dengan RT/RW dinilai sangat efektif karena RT/RW merupakan ujung tombak dari pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yang ada.

Pasalnya, saat ini banyak isu dan berita hoax banyak beredar di masyarakat dan menimbulkan kecemasan. arena itu RT/RW harus mendapat penguatan untuk memberikan masukan yang baik terkait isu-isu tersebut di masyarakat sehingga masyarakat dapat tenang menyambut pengumuman pemilu.

“Bersamaan dengan begitu hebatnya hoax, begitu hebatnya bad news, berita buruk yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saya rasa butuh penguatan kepada seluruh stakeholder sosial kita ini, RT/RW,” tambahnya.

Namun, Ia optimis Ambon akan tetap damai dan tidak terpancing oleh isu yang tidak benar karena sudah banyak sekali proses politik yang terjadi dan Ambon tetap damai.

“Saya optimis ambon itu tetap cool karena bukan sekarang setiap kali ada proses politik apapun juga ambon selalu menjadi contoh, daerah lain boleh ribut tapi ambon itu tingkat kepeduliannya luar biasa kuncinya di begitu banyak rumah kopi yang ada di Ambon. itu institusi untuk orang menyalurkan kritik dan unek-unek,” terangnya.

Dan samapi saat ini, Lanjutnya, tidak pernah ada konflik yang memprihatikan terjadi di ota Ambon karena adanya kerjasama yang baik dan masyarakat sudah sadar akan toleransi.

“Selama tujuh tahun tidak pernah ada konflik yang memprihatinkan kenapa ini sentuhan langsung kepada seluruh ujung tombak binaan ini,” tutupnya.

Selain itu, Ia juga meliburkan setiap sekolah yang ada di kota Ambon dibawah lingkup pemerintah kota Ambon pada tanggal 22 mei. Dengan alasan akan melakukan rapat dengan seluruh guru yang ada padahal saat ini siswa sekolah dasar sedang mengikuti ujian kenaikan kelas.

“Ujian di tunda saja karena besok itu penting sekali untuk saya mau arahkan betul-betul guru untuk evaluasi ujian nasional,” tutupnya. (AT – 009)

Jadilah Orang Pertama share:
author