Hasil Pleno KPUD Maluku Tanpa Kota Ambon Itu Sah

Ambon, ambontoday.com – Pelno rekapitulasi tingkat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Maluku yang digelar pada tanggal 20 Mei 2019 dari 11 Kabupaten / Kota diduga diskenariokan oleh pihak komisioner KPUD Maluku.

Dugaan tersebut dikarenakan pertanggungjawaban KPUD Kota Ambon pada tingkat KPUD Provinsi Maluku tidak disahka oleh KPUD provinsi dengan sejumlah pelabggaran yang ada ditiga kecamatan.

Dari pantaun ambontoday.com, ada apa sehingga kota ambon tidak ditetapkan, mengingat sejumlah pelanggaran administrasi yang ada dikecamatan Nusaniwe yang tidak mampu diselesaikan oleh KPUD kota ambon kok dihapus oleh KPUD provinsi.

Praktek ini perlu diklarifikasi oleh KPUD Provinsi Maluku karena ini hak rakyat yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak penyelenggara, agar tercapainya pemilu yang jujur, adil dan demokrasi, karena itu yang sering dikumandangkan oleh KPUD Provinsi Maluku.

Kepada ambontoday.com paska putisan KPU RI dimana provinsi maluku tidak ada kesalahan atau pelanggaran administrasi beberapa saksi parpol dan DPD RI mengatakan, mereka kaget dengan kinerja KPUD provinsi maluku yang mampu menyelesaikan masalah kota ambon dengan hitungan menit.

“Kami merasa aneh dengan kinerja KPUD provinsi maluku yang dengan lihai mampu menipu masyarakat dengan kinerja menguntungkan mereka, kok pleno diprovinsi kota ambon diplenokan tanpa putusan karena masih banyak masalah yang belum diselesaikan kok tiba-tiba KPUD provinsi maluku sudah presentasi ditingkat KPU RI, sangat luar biasa” kata mereka.

Mereka juga menmbahkan, jika kota ambon tidak disahkan diprovinsi apakah hasil KPUD provinsi maluku yang dipresentasikan di KPU RI itu sah atau tidak, masyarakat perlu mempertanyakan hak ini ke KPUD provinsi maluku dan KPUD kota ambon, ada apa dengan mereka.

Harapan mereka, jika agar KPUD provinsi maluku dan kota ambon harus jujur dan berani menyatakan kebenaran karena ini hak rakyat yanf seenaknya mereka otak atik.

“Kami sangat berharap jurdil dan demokrasi itu harus dijunjung tinggi dan harus berani katakan ya diatas kebenaran, bukan melakukan yang salah jadi benar, ini yang selalu menghancurkan proses demokrasi dinegara ini dengan perilaku komisioner KPU yang tidak lagi takut Tuhan” harap mereka. (AT – tim)

Jadilah Orang Pertama share:
author