LAPIOPA : BUTUH STRATEGI KHUSUS DALAM MENGELOLA POTENSI PERIKANAN DI MBD

Tiakur, ambontoday.com – Kabupaten Maluku Barat Daya yang 90% terdiri dari luas lautan membuat Dinas Perikanan harus berpikir ekstra dalam mencari formula guna memaksimalkan seluruh potensi yang ada di laut.

“Land orientied to sea orientied”
(mengubah dari daratan menuju lautan) adalah salah satu konsep dasar yang kini digagas Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya yang sekarang dinakhodai oleh Djeky. William Lapiopa S.Pi.

Saat media ini bertandang ke kantornya pada Selasa, 21 Mey 2019, Ia banyak bercerita tentang bagaimana konsep memajukan perikanan kedepan.

Memang diakuinya bahwa masih banyak kelemahan dan kekurangan yang harus dibenahi dalam memajukan sektor perikanan di daerah ini namun sebagai langkah awal, harus bisa merubah paradigma (cara pandang) masyarakat untuk bagaimana mengelola potensi sumber daya perikanan yang ada di daerah ini.

Baginya, saat Kabupaten Maluku Barat Daya terbentuk sejak 2009 lalu, lewat Dinas Perikanan telah melakukan berbagai upaya demi meningkatkan kualitas pada sektor perikanan di wilayah ini. Berbagai upayah yang telah dilakukan antara lain adalah upayah produksi, pengolahan, budidaya, serta sosialisasi di bidang perikanan tukas pria asal Desa Letsiara ini.

Hanya saja lanjut pria yang akrab disapa Jack ini bahwa dalam perjalanannya masih ditemukan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah dari pusat hingga daerah. Kekurangan yang dimaksudkan lanjut dia, seperti minimnya akses informasi, dan pendidikan yang kurang memadai, sistem perikanan serta sarana dan prasarana yang masih tradisional.

Lelaki yang beristrikan wanita asal Manado ini merunutkan beberapa kendala fundamental (mendasar) misalnya pada kualitas sumberdaya manusia yang masih minim baik di masyarakat maupun di internal aparatur.

Lapiopa merincikan, rendahnya kualitas SDM di masyarakat meliputi, politisi berpikir dan perilaku masyarakat yang kurang ekonomi dan kompetitif serta jiwa kewirausahaan yang masih rendah. Selain itu, belum ada pemahaman tentang tatacara penangkapan dan budidaya ikan yang baik juga kelembagaan nelayan yang tidak terlalu kuat dalam pengembangan usaha yang linear (selaras/sejalan) dengan visi dan misi Pemerintah Daerah imbuhnya.

Kemudian lanjut suami mantan Ketua KPU Kabupaten MBD ini bahwa, dari segi ketersediaan aparatur masih terdapat kendala soal kurangnya pendampingan kepada para nelayan agar dapat mentransformasi ilmu dan metode mulai dari penangkapan hingga pembudidayaan kepada para nelayan, Cetusnya. Hanya saja, dalam implementasinya masih ditemukan beberapa kendala dan lagi-lagi ini berkaitan dengan regulasi dan kebijakan pemerintah pusat dimana soal ketersediaan aparatur tak bisa lepas pisah dari proses perekrutan Calon Pegawai Negeri pungkasnya.

“Dari segi kebutuhan, maka kami sangat membutuhkan kuota dan formasi serta tenaga perikanan namun semuanya tergantung pada Pemerintah pusat. Selain itu harus pula dibentuk sebuah perangkat hukum untuk dapt menjembatani kelembagaan usaha perikanan itu sendiri sebab kelihatannya selama ini kelompok-kelompok perikanan yang ada hanya berjalan sendiri” pungkasnya.

Hal ini kata Jack penting dilakukan sebab kalau ingin menjadikan sektor perikanan sebagai sektor unggulan maka harus ada upayah pengembangan di sektor itu karena dalam penanganannya sangat membutuhkan penganggaran Dan kelembagaan yang kuat agar dapat mensinergikan tujuan dari kelompok nelayan dengan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya yakni, menciptakan para nelayan yang tangguh, cerdas, mandiri dan sejahtera itulah tujuan dari sektor perikanan.

Mantan Kabag Umum Setda Maluku Barat Daya ini menambahkan, Sebagai program jangka pendek, pihaknya masih fokus pada pemberdayaan pada nelayan-nelayan kecil serta merevitalisasi usaha tangkap dan pembudidayaan ikan dengan tujuan agar dapat menumbuhkembangkan kelompok nelayan dan kemitraan.

Tujuannya agar mereka bisa berkembang menuju nelayan yang tangguh, mandiri dan sejahtera sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah. (AT – 021)

Jadilah Orang Pertama share:
author