Oknum Satpol PP Tabrak Lari, Prilia Meninggal Dunia

Ambon, ambontoday.com – Laka Lantas yang terjadi dikabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) dengan menggunkan mobil patroli.

Kejadian tabrak lari ini membuat hebo dan panik warga Lorwembun Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulaua Tanimbar (KKT) karena yang ditabrak meninggal dunia.

Prili dan Prilia anak kembar dari suami istri Ernes Ngifanngelyau dan Magdalena Bwarleling yang merupakan kebanggaan, selalu dijaga dan didik dengan kasih sayang.

Suami Istri dengan berat hati, penih kesedihan harus merelahkan Prilia adik Prili sikembar, karena Tuhan telah memanggilnya melalui laka lantas yang oknumnya adalah anggota Satpol PP.

Kejadian Tabrak Lari yang mengakibatkan Prilia meninggal tertabggal (10/6/2019) kata Tomy Buksalwembun, paman korban memintah keseriusan pihak kepolisian dan juga Pemerintah KKT guna menyikapi dan menindak tegas oknum satpol PP, kono katnya sudah diamankan ada Polsek Kormomolin Kecamatan Kormomolin Kabupaten KKT.

Menjawab kejadian tabrak lari, Bupati KKT Petrus Falolon, katakan “itu bukan tabrak lari, tetapi yang bersangkutan (pelaku), mengamankan dirinya dikantor polisi terdekat” kata Fatlolon seusai melantik pengurus Himapel digedung Xeverus ambon Rabu (12/6/2019).

Kejadian ini sudah ditangani pihak kepolisian dan instansi terkait tambah Bupati KKT, dirinya sudah memerintahkan kasat satpol PP untuk melakukan penyelesaian dengan keluarga korban.

“Sementar ini pihak kasat sudah saya perintahkan untuk melakukan pendekatan secara kekeluargaan untuk penyelesai maupun proses secara hukum oleh pihak kepolisian” tutur Bupati.

Terkait sentunan, lanjut bupati, pihak jasa raharja telah memberikan sentunan karena itu kecelakaan murni laka lantas, pihak Pemda KKT juga akan memberikan tanggungjawab juga kepada ahliwaris korban.

“Pihak jasa raharja telah memberikan sentunan kepada ahliwaris korban, kami pemda akan juga lakukan hal yang sama” lanjut bupati.

“Saya harap jika kejadian laka lantas ini harus ada dalam rana hukum maka secepatnya dilakukan saya minta tidak ada intimidasi dari siapa pun guna penyelesaian masalah baik secara kekeluargaan maupun proses hukum nanti” tutup bupati. (AT – 007)

Jadilah Orang Pertama share:
author