Diduga Pengalihan Isu Penyalagunaan Dana BOS Ke PIP, Pada SMA Sola Gracia

Ambon, ambontoday.com – Diskusi hangat terjadi pada lapak WA Group Suara Rakyat Tanimbar (SRT) terkait postingan berita “Diduga Ketua Yayasan Gelapkan Dana Sekolah Sola Gracia” sehingga munculah sejumlah bukti yang diposting oleh admin group saudara Nik Besiktimur Minggu (16/6/2019).

Ungguhan atau postingan sekian dokumen dan foto terkait pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang dilakuka Kepala Sekolah (Kepsek), data milik yayasan Sola Gracia Duan Lolat Barkei Saumlaki, diserahkan kepad Saudara Nik Besitimu dari hasil infestigasi.

“Saya suda serahkan semua dekumen ke ade Nik” kata Weriratan

Pencairan dana PIP, ujar Weriratan dan Besitimur, dicairkan oleh Kepala Sekolah Philipis Sunlety di Bank BRI cabang Saumlaki dan masalah ini sudah dilaporkan ke Polres MTB.

“Dana PIP sudah diambel PLT Kepsek, ketika siswa diperintahkan untuk ke Bank untuk pencairan uang tidak ada direkening lagi, terkait prosesnya tanyakan kepada ibu Eva pegawai BRI cabang saumlaki, untuk ketahuan masalah ini sudah kami laporkan ke Polres MTB” beber Weriratan.

Pernyataan Werirata sanagt bertantangan dengan sejumlah foto yang diposting Besitimur, pencairan dana PIP itu hanya dilakukan oleh siswa karena uangnya masuk ke rekening penerima masing – masing, besar dugaan ini pengalihan isu terkait berita sebelumnya yang dilansir ambontoday.com dan beberapa media online yakni “Diduga Werirata Gelapkan Dana BOS SMA Sola Gracia 2018”

Dugaan pengalihan isu, dititip beratkan kepada mantan PLT kepsek SMA Sola Gracia Sunlety, yang berkomentar demikian pada berita sebelumnya.

Ketua yayasan Yusak Weriratan diduga menggelapkan dana BOS SMA Sola Gracia untuk kepentingan politik 2019 saat dirinya maju sebagai calon DPRD Propinsi Maluku .

Kepala sekolah SMA Sola Gracia Philipus Sunlety Saat ditemui disala satu rumah kontrak temannya membeberkan, Dana BOS 2018 yang telah digunakan oleh ketua yayasan Yusak Weriratan saat maju sebagai calon Anggota DPRD Provinsi dari partai PKB. Hingga saat ini, Dana BOS tersebut tidak tau dimana rimbahnya.

“Dana Bos tersebut empat kali dicairkan, tahap pertama sebesar, Rp.50.000.000, pada tanggal 05 November, tahap kedua sebesar Rp.20.000.000, tertanggal 06 November, tahap ketiga sebesar, Rp.
5000.000, tertanggal 09 November, dan tahap keempat sebesar Rp. 3000.000 tertanggal 23 November 2018” kata Sunlety.

Usai pencairan dana, ujar Sunlety, hingga saat ini dirinya selaku kepala sekolah, tidak tahu kemana rimba dana tersebut. Lebih nyaris lagi seluruh kwitansi pengeluaran diserakan kepada pihak sekolah, diketahui dan BOS digunakan untuk pembiayaan oprasional saat sosialisasi ke kecamatan dan desa.

“Saya terkejut ketika mendapatkan sejumlah kutansi dari yayasan dengan pemanfaatannya, dengan catatan mesti dilakukan laporan pertanggungjawaban, kinerja seperti apa ini, saya juga dimintakan pihak yayasan, untuk mencairkan dana Program Indonesia Pintar (PIP), wah kinerja yayasan mulai ngaur” urai Kepsek.

Terkait pengelolaan dana BOS, Kepsek mengaku tidak pernah mengelola dana Bos, semuanya dikelola pihak yayasan.

“Saya tidak pernah mengelola dana BOS karena semuanya dikelola oleh pihak yayasan” terang kepsek.

Disayangkan, kepsek, terkait dugaan penyalagunaan dana BOS pada sekolah yang dipimpinya maka. dirinya diberhentikan secara sepihak oleh pihak yayasan, tanpa ada rapat koordinasi anatar yayasan dan sekolah.

“Saya kaget dan bingung ketika diberhentikan dari kepsek, tanpa melakukan kesalahan, anehnya lagi saya diganti oleh saudara Daniel Weriratan adik kandung ketua yayasan yang diduga tidak punya ijasa SMP dan SMA” lanjut kepsek.

Persoalan Dana Bos tersebut, kepsek, sebelum digantikan, telah melaporkan ke Polres Maluku Tengara Barat (MTB) untuk ditinadak lanjuti. Yang menerima laporan polisi pada saat itu, Iptu Henda Nikijuluw. NRP.72090038 Pada hari, Senin 25 Mei 2019, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak kepolisian.

“Saya kira profesi kepolisian itu mulai dan tugasnya juga mulia sehingga saya harapkan persoalan dana BOS SMA Sola Gracia harus dilakukan penyidikan dan ditindaklanjuti hingga penyelidikan, agar persoalan ini bisah diselesaikan lewat pengadilan” harap kepsek. (AT – 019)

Jadilah Orang Pertama share:
author