SMKN 6 Ambon Selalu Jadi Sekolah Ramah Anak Dari Maluku Untuk Indonesia

Kepsek SMKN 6 Ambon EDO LUTURMAS

Ambon, ambontoday.com – Animo Calon siswa baru untuk mendaftar masuk SMK Negeri 6 Ambon, mengalami peningkatan yang cukup siknifikan, dimana dari 219 siswa yang menjadi autput dari SMKN 6 ambon, Tahun ajaran ini, yang mendaftar sebanyak 470 calon siswa.

Calon siswa baru yang mendaftar 470, berdasarkan kondisi sarana prasarana dan fasilitas yang ada di SMKN 6 ambon, maka hanya 245 dinyatakan lolos seleksi.

“Kami patut bersyukur, setiap tahun animo calon siswa baru masuk ke SMKN 6 semakin meningkat, terbukti kemarin, kami melepas 219 siswa, itu bagian dari keberhasilan output kami, ditahun ini kami menerima 245 calon siswa baru, dari 7 program studi” kata Kepala Sekolah Edo Luturmas diruang kerjanya, sabtu (22/6/2019).

Tujuh program studi yang ada, dua diantaranya program studi baru, namun animo calon siswa baru, yang mempunyai keminatan pada dua program studi tersebut, memenuhi satu forum ruang belajar (rombel).

“Target kami belum maksimal karena kami sadar belum terlaku maksimal dalam mensosialisasi, dua program studi ini, tetapi secara akumulasi pada rombel sudah memenihi kebutuhan minimal, karena maksimalnya 32 siswa per rombel, minimal 16 siswa per rombel” ujar kepsek.

Minat, animo, kecintaan, uajar Kepsek, belum maksimal calon siswa baru memilih SMK sebagai lembaga pendidikan yang siap menampung siswa yang dinyayakan lulus dibangku pendidikan SMP, namun, kedepan perlu ada penyegaran, pencerahan dari sisi sosialisai disemua linik guna memperkenalkan SMK agar calon siswa dapat memilih SMK sebagai sekolah yang memiliki janjian lepangan kerja.

“Saya kira, ketika sosialisasi secara maksimal maka, pasti banyak calon siswa baru banyak memilih SMK, mengapa? karenah bersekolah di SMK, setelah selasai, lapangan pekerjaan menanti” tutur Lutrmas.

Dikatakan, terkait dengan hasil yang nanti diumumkan, seharusnya hari ini, sabtu (22/6/2019), namun mengingat para calon siswa baru ini harus mengikuti seleksi pada tahapan kesehatan, tiga sip sehingga dari sisi fisik mereka juaga butuh istirahat, Senin dengan wajah sehat, segar, suasana baru, mereka melihat mendengar hasil perjuangan mereka.

“Berdasarkan tahapan, hari ini harus diumumkan, namun anak-anak ini butuh istirat juga, hari senin baru kita umumkan, agar dengan suasana baru, mereka legowo dalam melihat hasil mereka” beber kepsek.

Berbicara terkait sonasi, kepsek, katakan, dalam permendikbut 15 tahun 2018, ada pasal yang mengatur terkait dengan sonasi, ada juga tidak, seperti SMK, mengingat ada SMK memiliki program keahlian yang tidak ada pada SMK lain di Kabupaten Kota lain, sehingga sonasi itu tidak diperioritaskan pada SMK.

“Saya harus samapaikan bahwa ketika kita berlakukan sona maka, kita akan membatasi keinginan dan masadepan generasi bangsa yang ada di negeri raja – raja ini” pungkas kepsek.

“Harapan saya sekiranya SMKN 6 Ambon akan tetap menjadi sekolah ramah anak dari Maluku kota Ambon untuk Indonesia” harap kepsek. (AT/lamta)

Jadilah Orang Pertama share:
author