Tak Miliki Septictank, 11 WC Umum Ditertibkan Pemkot Ambon

Ambon, Ambontoday.com– Sebanyak 11 WC Umum di pasar Arumbai tidak memiliki Septictank atau tempat pembuangan untuk limbah kotoran dari manusia, sehingga pemerintah Kota Ambon langsung menertibkan kondisi tersebut dengan menggembok.

Pernyataan ini disampaikan langsung Asisten II Pemerintahan Kota Ambon, Robby Silooy didampingi Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Humas Diskominfo Ambon kepada media di Lokasi pasar, Rabu (26/6/2019) saat melakukan tinjauan di pasar Arumbai sesuai dengan pemberitaan di koran Kompas terkait dengan pencamaran bakteri E-Colli yang ada pada air dan ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat di Ambon.

Ia menyatakan, setelah dikontrol memang ada wc umum yang tidak memiliki Septictank, yaitu miliki Bapak Amir yang diperkirakan bangunannya baru 1 bulan dan milik Bapak Abu yang sudah beropersi selama 4 tahun.

“Jadi masalah tinjauan ini, akan kita lapor terlebih dahulu ke Walikota karena ini merupakan perintah, dan langkahnya akan diambil oleh beliau. Tapi kalau buat saya,sekarang harus tutup dulu, namun masyarakat pengguna sangat banyak, maka wc-nya akan ditutup bagi masyarakat yang ingin Buang Air Besar (BAB),”ungkapnya.

Ia mengakui, langkah sementara yang diambil adalah kamar-kamar wc tersebut digembok. Sedangkan untuk wc gantung yang digunakan masyarakat baru pernah kita temui di daerah pasar akan ditelusuri secara pasti.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Steve Patty mengakui, pemberiotaan yang dimuat oleh Kompas terkait bakteri e-colli itu disebabkan karena adanya kegiatan dari dinas perikanan yang bekerjsama dengan Balai Karantina ikan dalam pengambilam sampel air laut, yang merupakan salah satu fungsi pengawasan terhadap konsumen khusus untuk ikan.

“Jadi kita mengambil sampel air laut yang diamati langsung oleh balai karantika ikan menduga dengan kondisi pasar yang ada, sehingga diduga kemungkinan besar terjadi penularan Bakteri e-colli,” akunya.

Namun, lanjutnya, hasil yang pasti belum keluar karena lima hari kemudian akn keluar hasil analisa resmi yang menyatakan aior laut di pasar ikan Arumbai terkontaminasi bakteri e-colli atau tidak.

Ia menambahkan, sampai sekarang belum ada hasil atau laporan dampak dari pencemaran air terhadap ikan yang terkontaminasi dengan bakteri e-colli. “Dari hasil penelitian LIPI di Thaun 2014 terkait pencemaran air laut di pasar ikan Arumbai terkontaminasi benarm tapi sampai sekarang belum ada hasil yang lanjut, maka kami mengambil sampel air untuk dapat melihat kembali, dan penanganan lebih lanjut agar Ambon sebagai Kota ikan bisa kita raih,” akunya. (Elis)

Jadilah Orang Pertama share:
author