Fatlolon Diminta Orbitkan Rekomendasi Pencabutan HPH Dihutan Yamdena

Ambon, ambontoday.com – Pasca keluarnya ijin HPH dihutan Yamdena Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), sejak 2005 hingga kini, masyarakat KKT semakin dimiskinkan, dijajah dinegerinya sendiri.

Selain masyarakat, Pemerintah KKT juga mengalami hal yang sama, khusus Pemerintah KKT, ketika mengeluarkan rekomendasi layaknya HPH masuk Yamdena dan Rekomendasi layak ijin oprasionalnya, dikeluarkan Mentri Kehutanan dan Lungkungan Hidup keuntunhan Pemda KKT terkait retribusi dan lain – lain penunjang PAD KKT tidak terealisasi sebagaimana diharapkan.

Berkaitan dengan rekomendasi – rekomendasi tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Maluku Sadli EL, jelaskan bahwa ijin oprasional dan ijin kelayakan tersebut diorbitkan Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup berdasarkan rekomendasi Bupati Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang kini KKT dan Gubernur Maluku.

Terkait HPH harus keluar dari Yamdena, Kadis, prosedur masuknya HPH, ketika ijin harus dicabu maka, prosudur yang sama harus ditempu, dimana rekomendasi Bupati KKT terkait pencabutan HPH karena tidak menguntungkan semua pihak ketika beroperasi, dari rekomendasi Bupati yang disampaiakan kepada Gubernur, maka sebagai representasi Pemerintah Pusat (Pempus) diProvinsi Maluku, akan menindaklanjuti itu demi kesehjatraan madyarakat” jelas Sadli.

Berharap KKT terlepas dari HPH, Simutro Petrus Kelyombar, Wakil Sekjen Kepemudaan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, menepis pernyataan Kadis Kehutanan Provinsi Maluku, memohon mengatasnamakan seluruh masyarakat KKT kepada Bupati Petrus Fatlolon agar dapat mengorbitkan Rekomendasi pencabutan ijin HPH dipulau Yamdena.

“Saya bermohon kepada Pa Bupati, jika menyayangi masyarakatnya, dapat mengorbitkan rekomendasi pencabutan ijin dan dikirim ke Gubernur, sehingg atas dukungan nanti oleh Gubernur sebagai representasi Pempus di Provinsi Raja – raja ini, mengeluarkan rekomendasi mendukung rekomendasi bupati kepada Mentri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, biar kami masyarakat KKT bisah lebih menikmati indahnya alam yang ada” mohon Keliyombar.

“Harapannya juga, agar semua pihak yang merasa dirugikan, ditindas dan masih dijajah mari kita satu hati, satu pikir bebaska. negeri duan lolat dari HPH agar kedepan generasi, anak, cucuh kita tidak mati tertimpah banjir dan kekejaman alam lain dibumi lelemuku, bunga yang indah permai, kini purnah perlahan – lahan ulah HPH” tutup Gilang sapaan akrab Keliyombar. (AT/lamta)

Jadilah Orang Pertama share:
author