Tisera dan Wattimena Siap siap Dieksekusi, Pemilikan Tanah di Dusun Kate kate yang Bukan Dari Alfons Turut Serta

Ambontoday.com, Ambon.- Pengadilan Negeri Ambon Kelas I A telah mengeluarkan Surat Penetapan Nomor; 15/Pdt.Aanm.Eks/2019/PN Amb, tanggal 11 September 2019 tentang penetapan putusan Eksekusi perkara Nomor; 62/Pdt.G/2015/PN Amb. Berdasarkan surat permohonan Eksekusi tanggal 22 Juli 2019 dari Mourits Latumeten ,SH sebagai Kuasa Hukum atas Rycko Wynner Alfons,SE dan Evans Reynold Alfons sebagai Ahli Waris Jacobus Abner Alfons, pemilik 20 potong Dati di Negeri Urimessing.

Penetapan ini dikeluarkan Pengadilan sesuai permintaan Pemohon Eksekusi untuk segera melakukan Eksekusi terhadap putusan Mahkamah Agung RI Nomor; 3410K/Pdt/2017 tanggal 31 Januari 2018, Junto Putusan Pengadilan Tinggi Ambon Nomor; 10/PDT/2017/PT AMB tanggal 29 Mei 2017, Junto Putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor; 62/Pdt.G/2015/PN Amb, tanggal 27 Juni 2018.

Surat permohonan Eksekusi ditujukan kepada Julianus Wattimena (Termohon Eksekusi I), Johannes Tisera alias Buke (Termohon Eksekusi II), Kepala Badan Pertanahan Kota Ambon (Termohon Eksekusi III), Rostiaty Nahumarury,SH (Termohon Eksekusi IV), Tonny Kusdianto (Termohon Eksekusi V).

Sesuai isi surat Penetapan Eksekusi itu, para pihak Termohon Eksekusi diminta menghadap Ketua Pengadilan Negeri Ambon pada hari Senin 23 September2019 guna diberi teguran supaya mereka dalam waktu 8 hari meninggalkan objek sengketa dengan seketika dan menyerahkan tanah objek sengketa dalam keadaan kosong tanpa beban.

Menanggapi surat Penetapan tersebut Mourits latumeten, SH, Kuasa Hukum Rycko Weynner Alfons dan Evans Reynold Alfons sebagai Ahli Waris Jacobus Abner Alfons pemilik 20 Dusun Dati di Negeri Urimessing dalam keterangan pers Jumat 13 September 2019 mengatakan, surat penetapan eksekusi ini sudah jelas meminta kepada para pihak yang kalah dalam perkara 62/Pdt.G/2015/PN Amb, junto putusan Mahkamah Agung RI Nomor; 3410K/Pdt/2017, untuk dapat dilaksanakan secara sukarela oleh para pihak yang kalah.

“Jadi sudah jelas bahwa sebagai para pihak yang kalah dalam perkara tersebut dan juga orang orang yang mendapat hak dari para pihak yang kalah dalam perkara untuk secara sukarela dan sendirinya meninggalkan objek sengketa dalam perkara. Jadi kalau surat putusan Aanmaning ini tidak diindahkan para pihak yang kalah dan dalam waktu delapan hari mereka tidak meninggalkan objek sengketa maka Pengadilan akan mengeluarkan penetapan eksekusi yang akan dilakukan secara paksa,” jelas Latumeten.

Sementara itu, Evans Reynold Alfons yang adalah Ahli Waris dari Josias Alfons dan Jacobus Abner Alfons, pemilik 20 potong Dusun Dati di Urimessing pada kesempatan yang sama mengimbau kepada masyarakat bahwa putusan yang ada terkait dengan objek sengketa Dusun Dati Kate kate menjadi patokan bahwa sudah jelas kalau keluarga Johannes Tisera alias Buke dan keluarga Wattimena dalam hal ini Julianus Wattimena, Arnold Wattimena dan lainnya bukanlah pemilik sah dari Dati yang dimiliki kami sebagai ahli waris.

Untuk itu, masyarakat jangan terkecoh dengan bualan bualan manis yang mereka sampaikan yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri.

“Faktanya bahwa masyarakat yang telah membeli di atas objek sengketa Dusun dati Kate kate dari pihak Wattimena atau manapun akan dieksekusi dan mengosongkan tanah yang menjadi milik kami.

Jadi kepemilikan tanah oleh masyarakat di atas Dusun Dati Kate kate yang tidak melalui kami sebagai sebagai ahli waris pemilik sah, itu dianggap cacat hukum karena diperoleh dari mafia tanah yang selama ini mengaku sebagai pemilik sah.

Sehingga bagi masyarakat yang merasa memiliki tanah di atas objek sengketa melalui pihak lain silahkan menyelesaikan dengan mereka, yang pasti kami sebagai ahli waris dan Pemilik Sah tetap akan melakukan Eksekusi mengosongkan tanah yang menjadi milik kami,” tandas Evans. (AT008)

Jadilah Orang Pertama share:
author