Jaksa Kembali Periksa Saksi MTQ Bursel

Namrole, ambontoday.com –  Tim penyidik ​​Kejari Buru kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi di Mapolsek Namrole, Kamis (26/9) menggunakan laporan tentang kasus yang terkait dengan perlindungan dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Keputusan Provinsi Maluku Tahun 2017 sebesar Rp 28.748.200.000,00.
Pemeriksaan ini dilakukan setelah Tim Jaksa menaikanstatus kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan.
Dari pantauan Siwalima, para saksi yang diundang Kamis (26/9/2019) terdiri dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Sukri Muhammad, Kabag Kesra Kabupaten Bursel Mansur Mony, Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Bursel Semy Tuhumury, Bendahara Hibah Kabupaten Bursel Fath Salampessy dan Bendahara LPTQ Kabupaten Bursel Irma Letetuny.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Semy Tuhumury terlihat mendatangi Mapolsek sekitar pukul 11.15 WIT dan baru selesai menerima proses pemeriksaan pukul 12.25 WIT.
Kabag Kesra Kabupaten Bursel Mansur Mony terlihat mendatangi Mapolsek pukul 10.30 WIT dan kemudian pulang pukul 12.30 WIT, kemudian kembali lagi pukul 16.10 WIT dan baru pulang pukul 18.40 WIT.
Sementara Bendahara Hibah Kabupaten Bursel terlihat mendatangi Mapolsek pukul 13.35 WIT. Namun ia tidak lama keluar di dalam pemeriksaan, sekitar pukul 13.40 WIT ia sudah terlihat keluar dan keluar Mapolsek.
Sementara, Bendahara LPTQ Kabupaten Burma Irma Letetuny terlihat mendatangi Mapolsek pukul 12.25 WIT dan selesai menerima proses pemeriksaan pukul 16.30 WIT.
Selain itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bursel Sukri Muhammad melihat mendatang Mapolsek pukul 18.05 WIT dan pulang 19.25 WIT.
“Sudah selesai, hanya menerbitkan berkas-berkas saja,” kata Sukri singkat untuk publikasi di depan Mapolsek usai menyetujui pemeriksaan.
Begitu pun dengan Kabag Kesra Kabupaten Bursel Mansur Mony yang menerima bahwa sudah selesai proses pemeriksaan.
“Sudah selesai,” kata Mansur saatb dicegat bicara.
Mansur tidak banyak berkomentar, ia langsung pamit dari siaran.
“Permisi ya,” kata Mansur singkat sambil meninggalkan para wartawan di depan Mapolsek.
Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Buru, Ahmad Bagir, akan meminta persetujuan proses pemeriksaan terhadap para saksi akan diundang, Jumat (27/9).
“Besok masih lanjut periksa saksi lagi,” kata Bagir.
Bagir menjelaskan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para peserta sudah ada saat memeriksa laporan ini di tajap diadakan pemeriksaan yang dilakukan di tempat penyidikan ini tidak diperlukan waktu lama.
“BAP para saksi kan sudah ada, cuma dilengkapi saja. Jadi metode pemeriksaannya berbeda. Jadi, periksajuga bukan lama, ”terang Bagir.
Ketika menunggu kembali lagi, Bagir kemudian pamit pergi melaporkan karena masih harus melanjutkan proses penerimaan terhadap para pemilih.
Sebelumnya diberitakan,
Tim penyidik ​​Kejari Buru menaikan status penanganan dugaan korupsi dana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2017
Naiknya status kasus ini ke penyidikan, setelah jaksa menemukan adanya indikasi korupsi dalam penggunaan dana sebesar Rp 28.748.200.000,00.
“Kita sudah eksposisi MTQ itu, sekarang kita sudah tingkatkan ke mabuk penyidikan. Jadi sudah selesai dan sekarang sudah siap untuk belajar, ”kata Kasi Pidsus Kejari Buru, Ahmad Bagir kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Selasa (17/9).
Kendati sudah naik status ke pendidikan, kata Bagir, tetapi pihaknya belum mengatur tersangka, karena masih harus melakukan pemeriksaan pemilihan-pemilihan lagi.
“Belum ada tersangka. Penyidikan umum saja dulu. Kita masih memeriksa semua pihak, ”ujar Bagir.
Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan atas BPK Perwakilan Provinsi Maluku Nomor: 8.A / HP / XIX.AMB / 06/2018 tanggal 25 Juni 2018 yang ditanda tangani oleh Muhammad Abidin selaku yang bertanggung jawab untuk menerima pembayaran, dikirim pada tahun 2017, demikian halnya dengan bantuan pengiriman uang kepada LPTQ Kabupaten Bursel mengizinkan Rp 26.270.000.000,00 untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Maluku XXVII.
Pemberian hibah berdasarkan proposal dari LPTQ kepada bagian keuangan BPKAD pada tanggal 3 Februari 2017. Namun, proposal tersebut tidak sesuai dengan rencana penggunaan dana.
Penyaluran dilakukan dalam dua gelas, masing-masing mengumpulkan Rp. 13.135.000.000,00, dari bendahara administrasi BPKAD ke rekening LPTQ Kabupaten Bursel.
Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Maluku, ada dana sekitar Rp 10.684.681.624,00 yang tak bisa dipertanggungjawabkan.
Maraton Periksa sebelumnya
tim Kejari Buru Johnson Kaleb Production selaku Penyelenggara Acara Jibrael Matatula, Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Bursel Semy Tuhumury, Bendahara Dinas Perpustakaan dan Arsip Nasir Waly, Bendahara Hibah Fath Salampessy, mantan Bendahara Bagian Hukum Afifa Souwakil dan Staf Asisten I Setda Andre Solissa.
Kemudian staf Dinas Pariwisata Leksi Sigmarlatu, Kepala Bappeda dan Litbang Kader Tuasama, Bendahara Dinas Perhubungan Rusli Nurpata, Asisten I Setda Alfario S Soumokil, Mantan Kadis Perindag Yan Latuiperissa, mantan Bendahara Disperindag Burma Fahmi Butamil, Bendahara Dinas Perhubungan Rusli Nurpata, DPRD , Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Umar Mahulette, Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Sukri.
Selain itu, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas Ketahanan Pangan Herman Sangadji, Bendahara Bagian Kesra Hatija Loilatu dan Bendahara Dinas Koperasi dan UMKM Usman Bachta, Kepala BKSDM AM Laitupa, dan Sekda Kabupaten Bursel Iskandar Walla. (AT/elvis)

Jadilah Orang Pertama share:
author