BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi Paham Pelayanan Kesehatan Bagi PNS Aktif di Tarakan

Tarakan, ambontoday,com – Guna meningkatkan pengetahuan dan memperluas cakupan kepesertaan masyarakat
mengenai manfaat program jaminan kesehatan dan prosedur memperoleh pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan melakukan sosialisasi kepada PNS aktif dibawah naungan organisasi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di wilayah Tarakan..

“Organisasi KORPRI merupakan peserta yang telah menjadi mitra baik BPJS Kesehatan, serta peserta yang harus kita edukasi dan update terkait dengan kebijakan terbaru BPJS Kesehatan,” kata Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta Arief Syaefuddin, Kamis (24/08/2017) di Tarakan.

Dijelaskan, Tujuannya satu, agar peserta dapat memperoleh manfaat sesuai dengan haknya dan melalui sistem prosedur yang benar. Banyak sekali kasus-kasus yang berkembang muncul di media massa diakibatkan karena peserta yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku, baik itu karena ketidaktahuan ataupun yang lainnya. Dengan meningkatkan frekuensi sosialisasi, harapannya kasus-kasus tersebut dapat kita minimalisir.

Diakui sistem pelayanan kesehatan di era BPJS Kesehatan mengutamakan optimalisasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti Puskesmas, klinik pratama, maupun dokter praktek perorangan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat. Sehingga, FKTP bukan hanya berfungsi sebagai pembuat rujukan semata.

“Melalui mekanisme pelayanan kesehatan berjenjang ini, diharapkan FKTP dapat menjalankan perannya secara signifikan dan komprehensif. Kita ingin mengubah paradigma bahwa FKTP hanya tempat untuk meminta rujukan saja. Kalau bisa ditangani di puskesmas, kenapa harus pergi ke rumah sakit? Jika dirasa pasien peserta BPJS Kesehatan perlu penanganan spesialistik, barlah dirujuk ke dokter spesialis di rumah sakit.” terangnya.

Untuk itu, lanjut Arief Syaefuddin, BPJS Kesehatan terus berupaya melakukan sosialisasi baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat, termasuk pemberian edukasi guna lebih meningkatkan kesadaran dan kepedulian kepada kesehatan yang di pandu oleh Yohanes Sunardi. Dalam acara sarasehan dan sosialisasi yang dihadiri sekitar 170 orang tersebut, ia juga memberi penjelasan mengenai pentingnya gotong royong.

“Mari kita bayangkan. Jika ada satu orang peserta JKN-KIS melakukan operasi jantung dengan biaya Rp 160 juta rupiah, dengan iuran rata-rata Rp 51.000,- maka diperlukan sebanyak 3.737 orang peserta JKN-KIS yang sehat dan membayar iuran. Kalau hanya peserta yang sakit saja yang membayar iuran dan tidak membayar iuran lagi ketika sudah sehat, dari mana kita bisa membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan?,” kata Arief Syaefuddin.

Untuk memastikan implementasi program jaminan kesehatan di daerah berjalan dengan baik, pihak BPJS Kesehatan juga senantiasa melakukan kegiatan monitoring evaluasi ke fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di wilayah Tarakan. (AT-009)

https://click.advertnative.com/loading/?handle=3951
author