BPN Dituding Sengaja Hilangkan Tanah Eigendom Verponding Nomor 988, Togatorop dan Walalayo Enggan Komentar

Ambontoday.com, Ambon.- Direktur PT.Maluku Membangun, Lutfi Attamimi, menuding pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Maluku maupun Kota Ambon telah melakukan rekayasa untuk menerbitkan sejumlah sertifikat di atas lahan tanah Eigendom Verponding nomor 986, 987 dan 988.
Tudingan itu disampaikan Attamimi dalam rapat mediasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku melalui Biro Hukum, dihadiri PT.Maluku Membangun dan Badan Pertanahan Nasional Kota Ambon.
Kepala BPN Kota Ambon, M.Togatorop,SH.MH yang menghadiri pertemuan itu bersama 2 orang stafnya hanya diam menanggapi tudingan itu. Bahkan, saat ditanya soal dokumen dan bukti persil tanah Eigendom Verponding nomor 988, pihak BPN tak mampu menjawab, karena dalam daftar yang dimilki BPN hanya ada persil tanah nomor 986 dan 987.
Tidak adanya data dan dokumen persil tanah Eigendom Verponding nomor 988 pada pihak BPN, menurut Attamimi sengaja dihilangkan agar dengan mudah BPN bisa merekayasa.
“Dimana data dan dokumen persil tanah Eigendom Verponding 988, kalau BPN berdalih Eigendom Verponding adalah tanah milik negara lantas kenapa data yang ada di BPN hannya persil tanah Eigendom nomor 986 dan 987 saja. Ini rekayasa BPN yang sengaja meniadakan persil tanah Eigendom 988,” tuding Attamimi dalam pertemuan mediasi Kamis (15/6).
Usai prtemuan, Kepala BPN Kota Ambon, M.Togatorop,SH.MH yang hendak dikonfimrasi wartawan terkait tudingan Attamimi enggan berkomentar, dirinya berkilah kalau persoalan ini adalah topoksi BPN Provinsi Maluku.
“Maaf saya tidak bisa mengomentari persoalan ini, ini bukan kewenangan BPN Kota Ambon, Ini kewenagan BPN Provinsi Maluku,” katanya singkat.
Sementara itu, Kepala BPN Provinsi Maluku, Jaconias Walalayo,SH.MH yang dihubungi via telepon seluler untuk mengkonvirmasi hasil pertemuan itu tidak menjawab. Dirinya hanya menjelaskan alasan dirinya tidak menghadiri rapat mediasi karena saat yang sama waktu itu, dirinya sedang memimpin rapat lain, kata Walalayo dalam pesan singkatnya, Sabtu (17/6). (AT008)

https://click.advertnative.com/loading/?handle=3951
author