BPOM Maluku Gelar Seminar Pengawasan Rokok Bagi Generasi Muda

Ambon. ambontoday.com – Guna Menyongsong Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei 2017 mendatang, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku menggelar Seminar Nasional yang bertemakan Generasi Muda Sehat dan Berkualitas Tanpa Rokok bagi siswa-siswi SMP dan SMA se-Kota Ambon.
Sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan, tema ini dianggap penting dan stategis untuk membangun kesadaran hidup sehat dikalangan generasi muda.
” Generasi muda adalah aset penting yang merupakan modal sosial dalam proses pembangunan bangsa dan negara, hal ini bisa terganggu bila generasi muda memiliki kondisi kesehatan yang buruk akibat kecenduan nikotin dalam tembakau,” kata Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua saat menyampaiakan sambutan di Natsepa Hotel, Selasa (9/5/2017).
Maka, melalui Hari Tanpa Tembakau Sedunia, diharapkan menjadi momentum penyadaran masyarakat terutama generasi muda terhadap bahaya tembakau bagi kesehatan.

Menurutnya, berdasarkan datakerugian akibat rokok di Indonesia pertahun mencapai lebih dari US$ 200 juta dolar, sedangkan angka kematian akibat penyakit yang diakibatkan merokok terus meningkat yaitu dalam 6 detik terdapat 1 kematian di seluruh dunia.

“Konsumsi rokok telah menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar, yaitu hilangnya produktivitas akbibat kematian dini, sakit dan kecacatan yang diperkirakan bernilai bernilai US$ 18,5 Milyar atau Rp 167,1 Triliun setiap tahun. Jumlah tersebut sangat tinggi lima kali lipat dari pemasukan cukai yang diterima negara sekitar Rp 32,6 Triliun atau US$ 3,62 Milyar per tahun,” paparnya

Selain itu, data yang dikeluarkan WHO, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia.

Diakui, Maluku sendiri memiliki jumlah perokok aktif mencapai lebih dari 300.000 orang. Sesuai data yang signifikan perokok laki-laki mencapai 64,9 persen, sedangkan rata-rata jumlah batang rokok yang dihisap per hari di Maluku adalah 12,0 batang, dengan jumlah rata-rata batang rokok terbanyak yang dihisap adalah Kota Ambon mencapai 15,1 batang, Seram Bagian Timur 14,3 batang.
“Data-data perokok aktif di Maluku akan diperbaharui, agar dapat dirumuskan kebijakan pencegahan yang tepat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI, Penny Lukito mengakui, BPOM mempunyai komitmen untuk memastikan bahwa kualitas dari genarasi yang akan datang itu sehat, sehingga BPOM mempunyai tugas untuk melakukan pengawasan sebelum produk rokok beredar.

Selain itu, BPOM akan lakukan monitoring pada saat rokok beredar, terutama terkait dengan iklan, lebel yang akan menarik perhatian calon perokok yakni generasi muda.

“Kedepan akan terus meningkatkan pengawasan tersebut, banyak standar-standar yang harus diperbaiki, sehingga BPOM lebih mendata pengawasn tersebut,” harapnya. (AT-009)

author