Buka Dan Tutup Sidang DPRD Maluku Tidak Memenuhi Forum

Ambontoday.com, Ambon – Agenda Rutin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku untuk melelakukan rapat paripurna yang diwajibkan untuk seluruh anggota DPRD Provinsi Maluku hadir yang di selenggarakan pada tanggal 19 Januari 2016 di ruang sidang utama DPRD maluku.

Namun kenyataan bahwa Rapat Paripurna buka dan tutup sidang hanya dihadiri oleh enam belas anggota dan ditambah dua pimpinan DPRD sehingga keseluruhanya berjumlah delapan belas anggota DPRD Maluku maka dianggap bahwa paripurna tersebut tidak sama sekali memenuhi forum paripurna.

Ironisnya dengan tegar dan lantang Ketua DPRD Provinsi Maluku Edwin Huwae menjalankan sidang paripurna tersebut tanpa mempertimbangkan konsekwensi dan ketidak memenuhinya kehadiran anggota DPRD Maluku.

Paripurna yang dilakukan untuk mengevaluasi program kerja DPRD Maluku Tahun 2015-2016 yang hanya dihadiri tidak sampai seperdua dari jumlah anggota DPRD Maluku.

Pertanyaannya bagi anggota DPRD Maluku yang tidak hadir dalam paripurna, mereka mengevaluasi apa terkait dengan masa sidang pertama tahun 2015 dan memeprsiapkan untuk ada pada masa sidang kedua ditahun 2016 ini.

Dalam penyampaian hasil paripurna buka dan tutup sidang oleh Ketua DPRD Edwin Huwae dengan satu harapan “seluruh anggota DPRD Provinsi Maluku dapat melakukan segala program dan kegiatan yang akan dilakukan di Tahun 2016 dengan baik dan benar”. Tegasnya.

Penekanan ini secara yuridis memberikan dorongan dan motivasi besar kepada seluruh anggota DPRD Maluku, namun sayangnya yang menghadiri paripurna tersebut dari empat puluh lima anggota DPRD yang hadir hanya delapan belas anggota DPRD Maluku, sehingga sesuai dengan tatacara bersidang maka forum tersebut tidak memenuhi quworum.

Huwae juga memintah kepada seluruh anggota DPRD Maluku untuk tetap meningkatkan kualitas kerja ditahun 2016 ini demi meningkatkan kesejahtraan masyarakat Maluku, sangat-sangat disayangkan sekali. (AT.007)

Jadilah Orang Pertama share:
author