Malteng, Ambontoday.com.- Dandim 1504/Ambon Kolomel. Inf D.C. Soumokil memediasi konflik antara warga Negeri Hulaliu dan Negeri Aboru bertempat dikantor Camat Pulau Haruku Negeri Pelauw, Kab. Maluku Tengah. Senin (17/01/2022).
Dandim 1504/Ambon bersama Kapolresta P. Ambon & P.p Leasse berkunjung ke Pulau Haruku dalam rangka pertemuan bersama warga Negeri Hulaliu dan Negeri Aboru guna penyelesaian permasalahan antar warga yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dalam kegiatan tersebut Dandim 1504/Ambon, Kolonel. Inf D.C. Soumokil yang didampingi Kapolresta P. Ambon, dan Pp. Lease Kombes. Pol.Raja Arthur, S.I.K, Pabung Malteng Mayor Inf. Wahyu, Danramil 1504-07/Haruku, Kapolsek Pulau Haruku, Camat Pulau Haruku, Sekcam Pulau Haruku, Kepala Kesbangpol, Raja Negeri Aboru, Raja Negeri Hulaliu, dan Staf Saniri beserta perwakilan Tokoh Masyarakat dan tokoh agama dari kedua Negeri, bersama sama menggelar pertemuan dalam rangka mendamaikan warga dua negeri Hulaliue dan Aboru.
Disela-sela kegiatan Dandim 1504/Ambon mengatakan, sebagai orang basudara sangat menyesal dengan situasi dan kondisi dua Negeri.
Menurutnya,  kejadian ini tidak perlu dibesar besarkan, permasalahan ini perlu diselesaikan secepatnya.
“Persoalan ini tidak perlu dibesar-besarkan, harus segera diselesaikan. Untuk itu Kehadiran kami dari pihak TNI/Polri serta unsur Muspika di tengah-tengah warga dua negeri saat ini untuk mencari solusi damai sehingga masyarakat kedua negeri dapat hidup berdampingan, harmonis dan damai seperti dahulu,” jelas Dandim.
“Saya sebagai anak Lease sangat kecewa dengan kejadian ini dimana sebagai orang basudara dengan sadar dan akal sehat seharusnya bisa menahan diri sehingga situasi keamanan bisa terjaga dan tidak saling bertikai antara orang basudara,” ungkap Soumokil.
Dandim menghimbau agar permasalahan ini diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan tindakan dan langkah hukum demi untuk penyelesaian permasalahan tersebut. Juga kepada kita semua yang hadir sebagai perwakilan masyarakat dari kedua Negeri yang bertikai, penting untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat kita di Negeri masing masing untuk tidak melakukan tindakan seperti penyebaran berita hoax maupun pemblokiran jalan antara kedua Negeri

Print Friendly, PDF & Email