Saumlaki, ambontoday.com – Semakin maraknya praktek ilegal oil di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang sangat meresahkan masyarakat dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa minyak tanah yang merupakan jatah masyarakat KKT.

Praktek tersebut kini diduga, dilancarkan oleh anggota Kepolisian Polres KKT Iksan Tanifan anggota provost di pelabuhan Omele Saumlaki, BBM berupa minyak tanah itu ditampung pada drum dan dimuat ke pelabuhan menggunakan jasa mobil truk.

Pantauan ambontoday.com dilokasi, minyak tanah itu dimuat dikapal tradisional dengan tujuan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pulau Marsela dan Luang.

Keterangan yang dihimpun di pelabuhan, Tanifan mengaku bahwa BBM itu milik Danki Brimob, dan ketika dikonfirmasi oleh media ini, kepada Tanifan melalui WhatsApp miliknya, ia mengaku bahwa BBM tersebut miliknya.

Dari pengakuan tersebut, Danki Brimob dan Kapolres KKT diminta untuk yang bersangkutan harus ditertibkan atau diberi sanksi sesuai dengan prakteknya yang sangat merugikan masyarakat KKT.

Mengingat BBM tersebut merupakan jatah masyarakat KKT yang dijual ke Kabupaten MBD, dengan kondisi BBM berupa minyak tanah sementara mengalami kelangkaan di KKT, sehingga perlu penanganan serius dari pihak kepolisian.

Dengan besar harapan, dengan terjadinya kelangkaan minyak tanah di KKT dikarenakan terjadinya praktek illegal oil yang sangat marak, dan riskannya praktek tersebut dilakoni oleh anggota kepolisian. (AT/tim)