Diduga Futwembun Memprofokasi Tukan Proyek Kantor Bapas Saumlaki

Ambon, ambontoday.com – Pekerjaan Kantor Bapas yang berlokasi di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dengan nilai kontrak Rp. 4.8 milyar didesa Sifnana samping Bulog harus berheti pekerjaannya karena diduga ada profokator yang mendalangi semua ini.

Terkait dengan berita yang dilansirkan oleh media online Simpul Rakyat bahwa pekerja kuli bangunan pada proyek pembangunan kantor Bapas Saumlaki diminta pengawas perusahaan untuk meninum air hujan, itu bersifat porfokatif yang sebenarnya para tukang berteriak kepada pengawas bahwa “apakah kita harus minum air hujan dengan nada yang sifatnya sengaja” bukannya diminta oleh pengawas agar para tukan minum air hujan.

Pembritaan tersebut disinyalir terdapat pihak profokator yang mendesain agar pekerjaan tersebut tidak selesai sesuai kontraknya.

Kepada ambontoday.com Lince Serin pemimpin perusahaan PT. Maega Anugrah Sejahtra  Jumat ( 01/02/2019 ) melalui telepon selulernya di Saumlaki katakan bahwa “pembritaan yang dilansir dimedia Simpul Rakyat itu, sudah direkayasa untuk menjahtukan saya” kata Serin.

Dikatakan juga, ketika para pekerja memintah untuk berhenti kerja, menimbulkan kebingungan bagi dirinya, kok tidak ada kesalahan para tukang mintah pulang alias stop dari pekerjaan, alasan untuk berhenti kerja juga tidak supstansial, sehingga sebagai penanggungjawab kegiatan dirinya harus membayar upah kerja para tukan sesuai dengan volume kerja yang sudah diselesaikan.

“Saya kaget saja kalau mereka para tukang ini minta berhenti kerja, tapi sudahlah nasi sudah jadi bubur, saya harus membayar mereka sesuai dengan volume kerja, dimana hasil kesepakatan kontrak dengan para tukang senila Rp. 65 jutah, ketika dihitung volume kerja hanya mendapat Rp. 40 juta dipotong panjar sebesar Rp. 4 jutah maka, yang sudah saya bayar itu total Rp. 36 jutah” jelas Serin

Lanjutnya, pekerjaan ini sudah mengganti beberapa tukan bangunan namun selalu diprofokasi oleh saudara Roland Futwembun, entah yang bersangkutan menaru dendam terhadap dirinya (Lince Serin-red) atau apa. Seharusnya sebagai masyarakat harus berterima kasih bahwa ada pengusaha pribumi asal Duan Lolat yang ingin membangun Daerahnya setara dengan Daerah lain.

“Secara pribadi saya merasa aneh saja, bahwa sebagai anak Negeri pingin berbuat baik di negeri sendiri kok diintimidasi dan disudutkan, lalu bagi mana kita bisah membangun Kabupaten MTB ini setara kemajuannya dengan Kabupaten Kota lain di Provinsi Seribu Pulau ini, sehingga saya sangat menginginkan ada kerjasama yang baiklah dari semua pihak guna membangun Daerah ini yang lebih baik kedepan, bukanya kita saling sikut menyikut, saling menyalahkan dan saling mencahtukan” cecar srikandi asal MTB yang mampu bersaing ke tingkat Nasional merebut proyek kementrian guna membangun infrastruktur yang baik di Kabupaten yang bertajuk Duan Lolat ini.

Disis lain kepala tukang atau pemborong dengan sendirinya mengaku bahwa “saya dan teman – teman pekerja tidak ada masalah dengan kontraktor maupun dengan pengawas maka saya tidak bisa berbicara apa – apa, mau bicara apa kalau kontraktor dan pengawas tidak ada salah” tutur kepala tukang Hengky Saulahirwan. (AT – 007)

Jadilah Orang Pertama share:
author