Diduga Palsukan Perneg untuk Pelantikan Raja Negeri Souhuku Malteng

Ambontoday – Raja Negeri Souhuku Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah, Salmon Tamaela yang dilantik oleh Bupati Abua Tuasikal disinyalir ada dugaan pemalsuan Administrasi.

Akibat adanya dugaan tersebut, dari Mata Rumah Parenta Fien Ruhupessy melaporkan dugaan tersebut ke pihak penegak hukum.

Pihak Mata Rumah Parenta menduga pemalsuan Administrasi guna memuluskan proses pelantikan Salmon Tamaela sebagai Raja Negeri Soahuku.

Hal itu diduga sengaja dilakukan oleh Saniri Negeri Souhuku yang memasukan dokumen keputusan Pengadilan Negeri Masohi Nomor 26/Pdt.G/2019/ PN.Mshjo.No 13/Pdt/2020/PT Ambon menjadi dasar dilakukannnya revisi terhadap peraturan negeri Souhuku No 01 tahun 2007 tentang Mata Rumah Parentah Ruhupessy menjadi peraturan Negeri Souhuku No 04 tahun 2021 tentang Mata Rumah Parenta Ruhupessy dan mata rumah Tamaela.

Sementara keputusan ini adalah merupakan keputusan Pengadilan Negeri Masohi yang memuat tentang permasalahan pemerintahan di Negeri Teluti Baru Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah dan bukan untuk negeri Souhuku.

“Jadi mereka (Saniri Negeri) merubah peraturan negeri (Perneg) Souhuku No 1 tahun 2007 tentang mata rumah Parentah Ruhupessy dengan memasukan mata rumah parentah Ruhupessy dan Tamaela , dengan menggunakan dua keputusan tersebut sebagai persyaratan administrasi untuk proses pelantikan raja Souhuku Salmon Tamaela,”ujar Ruhupessy saat menghubungi Ambon Ekspres Senin (11/10) kemarin.

Dikatakannya, sampai saat ini tidak pernah ada sidang antara mata rumah Ruhupessy dan Tamalea baik di tahun 2019 maupun 2020. Karena sejak ratusan tahun silam, kewenangan untuk memimpin di desa Souhuku bukan mata rumah Tamaela, tetapi mata rumah Ruhupessy. “Kalau dibilang ada keputusan di tahun 2019, maka dari mana keputusan itu ada, sementara tidak ada gugatan di Pengadilan yang diketahui oleh marga parenta Ruhupessy,”tegasnya.

Fien yang juga mantan raja Souhuku ini menegaskan, pihaknya telah melaporkan masalah ini ke Polda Maluku untuk segara di tindaklanjuti. “ Kita telah malaporkan masalah ini di Polda Maluku, karena ini perbuatan melawan hukum ,”sebutnya.

Ia mengaku mendapatkan dokumen yang diduga dipalsukan itu saat berkas adminitrasi Salmon disampaikan ke bagian Hukum Pemkab Malteng. “ Saya temukan itu dalam berkas pengusulan untuk pelantikan,”ujarnya.

Ia berharap persoalan ini bisa ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum, sehingga masyarakat negeri Souhuku kecamatan Amahai tidak dibodohi. “ Saatnya masyarakat harus mengetahui hal ini. Karena mata rumah parenta yang benar adalah marga Ruhupessy,” tegasnya.

 

Print Friendly, PDF & Email

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!