Saumlaki, ambontoday.com – Lagi-lagi terjadi dugaan penyalahgunaan keuangan oleh Pemerintah Desa (PemDes) Wunlah Kecamatan Wuarlabobar Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) tahun 2019. Secara tegas, dugaan kasus yang sudah berjamur itu perlu disikapi Inspektorat.

Dana Rp120 juta  yang bersumber dari APBDes untuk penyelesaian tanah adat milik desa Empat Serangkai di Kecamatan Tanimbar Utara hingga kini belum terealisasi, dan diduga telah masuk ke kantong pribadi PemDes kala itu.

Kendati temuan BPD Wunlah lewat rekomendasi resmi kepada mantan Penjabat Kades (AR) untuk mengembalikan uang tersebut namun jelang 2 tahun kasus ini bergulir (AR) hanya membisu alias tak berniat positif.

Sempat diketahui, rekomendasi BPD setempat bukan saja ditemui penyalahgunaan dana Rp120 juta, tetapi juga terdapat penyalahgunaan dana penyertaan modal kepada pengurus BumDes yang dikelola tanpa pertanggungjawaban. 

Atas dugaan kasus yang telah merugikan negara ini kembali disoroti Ketua OKK Ikatan Keluarga Lamerarwawan (IKLAWAN) Wunlah yang juga adalah Ketua Partai Berkepala Banten PAC Wuarlabobar Eric Wuarlela,  

“Pada prinsipnya kasus penyalahgunaan keuangan harus diselesaikan. Kasus ini kan BPD Wunlah sudah keluarkan rekomendasi, tapi terkesan lemah dan tidak bertaring,” tegasnya kepada ambontoday.com Kamis, (4/8) di Saumlaki.

Eric berjanji, dirinya akan mempresure laporan Iklawan yang telah diserahkan ke pihak berwajib tahun kemarin. Kami dalam waktu dekat akan bertemu Irban III Inspektorat KKT, dan kalau tak ada kejelasan kami akan mendorong laporan ini ke Pihak Kejaksaan Kepulauan Tanimbar.

Usai menemui media ini, kader PDI tersebut langsung menelpon pihak Inspektorat untuk menanyakan kejelasan dugaan kasus dimaksud, namun kini masih dalam proses pemeriksaan tambahan.

“Pihak Inspektorat dalam hal ini Irban III yang sementara menangani laporan tersebut, dan kini masih ada dalam proses pemeriksaan guna mendapat tambahan bukti dari dugaan tersebut,” ungkapnya. (AT/AL)