17 June 2024
Kab.BurSel

Dinkes PPKB Bursel Sosialisasi Pencegahan Stunting dan 5 Pilar STBM

Ambontoday – Dalam Rangka 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa dan Gerson Eliezer Selsily, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Buru Selatan melakukan pencegahan Stunting, dan melakukan Sosialisasi Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di 13 lokasi di Enam Kecamatan di kabupaten itu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Pengendalian Penduduk Dan KB Jati Pattiliuw kepada media ini di Namrole,. (22/8)

Dijelaskan Kabid, pencegahan Stunting dan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program 100 Hari Kerja Bupati Safitri Malik Soulisa dan Wakil Bupati Gerson Eliezer Selsily yang tertuang dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.

Kabid menjelaskan, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Buru Selatan yang dilaksanakan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat Seksi Kesehatan Lingkungan mengadakan Sosialisasi dan Pemicuan 5 Pilar STBM bersama Tim Sosialisasi yaitu Kepala Bidang Kesmas yang didampingi Kepala Seksi Kesling Kesjaor beserta Staf sebagai anggota Tim Dinkes Pengendalian Penduduk dan KB.

“Kegiatan Sosialisasi dan Pemicuan STBM ini dilaksanakan di 13 Lokasi l Desa pada 6 Kecamatan wilayah Binaan dari 13 Puskesmas di Kabupaten Buru Selatan yang merupakan Desa yang masih melaksanakan STBM,” ujar Kabid.

Jelasnya lagi, kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim yaitu memberikan pembinaan, melakukan monitoring dan evaluasi kinerja 13 Puskesmas terhadap program-program terkait program Kesling /Kesjaor dan STBM yang dilaksanakan melalui kegiatan BOK UKM Puskesmas.

“Peserta yang hadir dalam kegiatan ini di batasi 12 orang setiap Puskesmas berhubung covid-19 dengan melakukan Prokes,” jelasnya.

Ia menuturkan, Petugas Kesehatan Puskesmas (Kepala Puskesmas, Pj. Kesling Kesjaor) dan Lintas sektor (Kepala Desa, PKK Kecamatan dan Desa, Kader Kesling, PLD, Toma, Toga) di 13 Desa Lokus. Dalam Kegiatan ini oleh Tim Dinas, Puskesmas dan Desa pada 13 Desa Lokus di buat suatu Komitmen dan telah disepakati di tandatangani bersama untuk dijadikan sebagai Desa STBM melalui 5 Pilar.

Diuraikan Kabid, adapun hasil Kesepakatan dan Penandatangan Komitmen melaksanakan 5 Pilar STBM di 13 Desa Lokus antara lain :

  1. Perlu dibuat Peraturan Desa tentang dilarang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Pembuangan Sampah secara Sembarangan baik di Pantai, Kali dan di Kebun.

  2. Melalui Pemberdayaan Desa di buat 1 tempat Sampah sederhana setiap 2 atau 3 Kepala Rumah Tangga.

  3. Melalui Pemberdayaan Desa, Wajib Setiap Kepala Rumah Tangga memiliki Jamban Keluarga Sehat dan tidak BABS.

  4. Melalui Pemberdayaan Desa Wajib setiap Kepala Rumah Tangga dan setiap Sekolah harus memiliki tempat Cuci Tangan Pakai sabun (CTPS) dengan air yang mengalir.

  5. Pelayanan Air minum dan Sanitasi dengan memastikan seluruh masyarakat di Desa mengkonsumsi air minum yang sehat, berkualitas dan memiliki Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga yang layak dan tidak mencemari lingkungan.

STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.

Sedangkan Pilar STBM adalah perilaku higienis dan saniter yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Pilar STBM ditujukan untuk memutus mata rantai penularan penyakit dan keracunan. Adapun 5 Pilar STBM yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan, kondisi ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit.

  2. Cuci Tangan Pakai Sabun, perilaku cuci tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun.

  3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, melakukan kegiatan mengelola air minum dan makanan di rumah tangga untuk memperbaiki dan menjaga kualitas air dari sumber air yang akan digunakan untuk air minum, serta untuk menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses pengelolaan makanan di rumah tangga.

  4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga, melakukan kegiatan pengolahan sampah di rumah tangga dengan mengedepankan prinsip mengurangi, memakai ulang, dan mendaur ulang.

  5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga, melakukan kegiatan pengolahan limbah cair di rumah tangga yang berasal dari sisa kegiatan mencuci, kamar mandi, dan dapur yang memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan yang mampu memutus mata rantai penularan penyakit.

Perilaku stop buang air besar sembarangan diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Membudayakan perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan.

  2. Menyediakan dan memelihara sarana buang air besar yang memenuhi standar dan persyaratan kesehatan.

Perilaku cuci tangan pakai sabun diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Membudayakan perilaku cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun secara berkelanjutan

  2. Menyediakan dan memelihara sarana cuci tangan yang dilengkapi dengan air mengalir, sabun, dan saluran pembuangan air limbah.

Perilaku pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Membudayakan perilaku pengolahan air layak minum dan makanan yang aman dan bersih secara berkelanjutan.

  2. Menyediakan dan memelihara tempat pengolahan air minum dan makanan rumah tangga yang sehat.

Perilaku pengamanan sampah rumah tangga diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Membudayakan perilaku memilah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya dan membuang sampah rumah tangga di luar rumah secara rutin.

  2. Melakukan pengurangan (reduce), penggunaan kembali (reuse), dan pengolahan kembali (recycle).

  3. Menyediakan dan memelihara sarana pembuangan sampah rumah tangga di luar rumah.

Perilaku pengamanan limbah cair rumah tangga diwujudkan melakui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Melakukan pemisahan saluran limbah cair rumah tangga melalui sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah.

  2. Menyediakan dan menggunakan penampungan limbah cair rumah tangga.

  3. Memelihara saluran pembuangan dan penampungan limbah cair rumah tangga.

Pemicuan STBM 13 Desa Lokus STBM. (Biro Bursel)

Spread the love
error: Iklan Hub redaksi@ambontoday.com!!!!
X