Diskusi Publik Dalam Rangka Memperingati HPN 2017 Dibawa Sorotan Tema ” Pers Maluku Sebagai Penjaga Perdamaian Dan Pendorong Pembangunan”

Ambon, Ambontoday.com – Guna membuka dan memperkuat seluruh insan pers dalam berbagai statement masyarakat yang berpikir kritis dan memahami dasar dari kebebasan pers Indonesia serta memberikan wawasan kepada para peserta untuk lebih mengenal dunia pers sebagai penyangga dalam rangka mempersatukan NKRI, Direktorat Penyediaan Informasi Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasa dengan Panitia Lokal bagian Komunikasi dan Protokoler Kota Ambon menggelar Diskusi Publik dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2017, yang berlangsung di Swisbel Hotel, Selasa ( 07/02/2017).

Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 200 orang yang meliputi insan pers, mahasiswa, LSM, SKPD di lingkup Pemerinfahan Ambon, Ungkap Ketua Panitia Kegiatan , Steve Patty dalam laporannya.

Turut hadir dalam Diskusi publik ini adalah beberapa nara sumber, diantaranya adalah Ditjen Informasi dan Komunikasi Kemkominfo, Rosita Niken Widiastuti, Pengamat Media, Nukman Luthfie, Sekertaris Dewan Kehormatan PWI Pusat, Wina Armada Sukardi, Anggota Dewan Penasihat PWI, Nico Wattimena.

Sambutan Penjabat Walikota Ambon, Frans J. Papilya yang dibacakan oleh Asisten III Sekertariat Kota ambon, Romeo Soplanit mengatakan, Pemerintah Kota Ambon menyambut baik kegiatan Diskusi ini karrna memiliki pemikiran yang strategis untuk memberi penguatan bagi insan pers untuk dapat berpikir kritis dalam pemberitaan.

“Upaya-upaya untuk menjaga perdamaian bukanlah hal baru bagi insan pera di Maluku karena Pemeringah telah memberikan andil yang besar dalam upaya penyelesaian konflik sosial di daerah Maluku,” ungkapnya.

Disamping itu, pers juga telah menjadi mitra terbaik pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi baik untuk pembangunan dan perdamaian di Maluku.

“Melalui media masa pemerintah dapat membangun presepsi positif untuk mendukung berbagai program dan kegiatan dari pemerintah,” paparnya.

Oleh karena itu, pemerintah selalu berupaya menjalin hubungan yang harmonis dengan insan pers dalam mengembangkan cita-cita bangsa terlebih khusus Kota Ambon dan sekitarnya.

“Saya percaya event HPN 2017 yang dilaksanakan berdasarkan tema Pers dan Rakyat Maluku Bangkit dari Laut, akan membangkitkan gairah pembangunan yang membawa kesejahteraan bagi masyarajat di Maluku,” pungkasnya

Untuk itu, Soplanit berharap, lewat diskusi publik ini dapat dimanfaagkan sebaik-baiknya oleh para peserta dengan proaktif dan berdiskusi, sehingga apa yang menjadi pikiran lewat diskusi publik ini.

Sementara itu, Ditjen Informasi dan Konumikasi Kemkominfo, Rosita Niken Widiastuti menambahkan, direncanakan Presiden RI bersama para kabinet akan hadir pada HPN Tahun 2017 di Kota Ambon.

Dikatakan, pers merupakan salah satu pilar dari demokrasi yang didalamnya terkandung unsur eksklusif, legislatif, yudikatif yaitu media sosial.

“Pers Indonesia merupakan tempat untuk masyarakat menyampaikan aspirasi dan kebebasan pers juga mendapatkan tempat yang begitu dalam serta diakui UU pers,” ungkapnya

Diakui, khususnya media menstrik saat ini masih mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat.

Maka pers atau media menstrik ini menjadi media yang kami harapkan menjadi percatting atau tempat perwujudan clear Hause bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi yang benar. Oleh karena itu, Selain memberikan informasi kepada masyarakat, pers juga memberikan pendidikan dan pencerahan kepada masyarakat.

Baginya, peran informasi bisa mempengaruhi opini masyarakat. Oleh karena itu, harapan kami bahwa peran pers atau media harus betul-betul menjaga perdamaian dan meluruskan apabila terjadi informasi yang salah dan menyesatkan.

“Dengan adanya media sosial, maka semua orang menjadi pemilik media, yang mana Handphone adalah media yang bisa ditahan untuk mendapatkan informasi,” terangnya. (AT-009)

Jadilah Orang Pertama share:
author